BADUNG, Balipolitika.com– Ayu Intan Melisa Maharani (21 tahun), Ni Komang Namira Dharma Yanti (17 tahun), Putu Indah Cahyani Dewi (18 tahun), Komang Ayu Krishna Kirana (18 tahun), Cecilia Astrid (19 tahun), dan Maria Fatima Seran (22 tahun) memaknai Hari Kartini ke-147 tahun 2026 dengan cara super istimewa.
Bergabung dalam Team CORTI Deaf Surfers di event Kartini Go Surf ke-XII Tahun 2026, keenam peselancar tunarungu ini sukses menaklukkan ombak Pantai Kuta, Minggu, 19 April 2026.
Dibantu penerjemah Bisindo (Bahasa Isyarat Indonesia), Made Windawan, Ayu Intan Melisa Maharani, dkk. mengatakan sudah mengikuti acara Kartini Go Surf sebanyak 3 kali sejak tahun 2021 lalu.
“Nama saya Intan. Umur 21 tahun. Belajar surfing sejak tahun 2022. Alasan belajar surfing karena salah satu hobi saya. Teman-teman saya juga memiliki hobi sama,” ucap Ayu Intan Melisa Maharani kepada awak media ditemui di Pantai Kuta.
“Kami semua berpesan ayo dukung acara Kartini Go Surf ini dengan cara berselancar,” ajak Ayu Intan Melisa Maharani.
Menarik diketahui, selain 6 peselancar tunarungu, event Kartini Go Surf ke-XII Tahun 2026 juga melibatkan empat penari Pendet dengan keterbatasan yang sama dari Yayasan Rumah Budaya Taman Sari, Denpasar.
Ketua Yayasan CORTI dan Ketua Yayasan Rumah Budaya Taman Sari, Denpasar, Ir. I Gusti Agung Ayu Mirah Maheswari menjelaskan anak-anak Yayasan Corti yang menaungi lembaga pendidikan SLB Sushrusa dan RPKT (Rumah Pelatihan Ketrampilan Tuli ) di Catur, Kintamani sangat antusias mengikuti acara Kartini Go Surf 2026.
“Ini adalah kali ke-3 Team Corti turut berpartisipasi di event KGS, Kartini Go Surf, yaitu, 2021-2023-2026) dengan tujuan mengubah persepsi difabel/disability/ ketidakmampuan menjadi able/ability/kemampuan; baik itu kemampuan beradaptasi dan interaksi. Seperti halnya spirit emansipasi Kartini untuk kesetaraan gender, yaitu memberikan kesempatan yang sama kepada laki-laki dan perempuan atau equal opportunity bahwa kesetaraan sosial bukan sekedar wacana,” ucap I Gusti Agung Ayu Mirah Maheswari.
Imbuhnya, keikutsertaan Team Corti di event KGS untuk kali ketiga juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berselancar alias surfing skills, termasuk agar bisa berinteraksi (social skills), serta meningkatkan kepercayaan diri alias self confidence.
“Tentunya dengan diberikannya kesempatan mengasah kemampuan berselancar ini juga bisa membuka peluang bagi mereka berkiprah di dunia pariwisata, khususnya wisata air. Salah satunya adalah kesempatan untuk menjadi pelatih atau coach untuk turis yang berkunjung ke Bali dan juga bisa menjadi duta atau penggerak pendidikan inklusi,” ungkap I Gusti Agung Ayu Mirah Maheswari. (bp/ken)













