BULELENG, Balipolitika.com – Nyoman Supartiasa meregang nyawa, dalam peristiwa kecelakaan kerja yang terjadi di Buleleng.
Ia adalah pekerja bangunan yang tersengat listrik, saat hendak pasang kap baja. Pasca kejadian, ia segera terbawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.
Namun naas usai menjalani perawatan empat hari, nyawa pria 50 tahun itu tidak bisa selamat dan oleh rumah sakit ternyatakan telah meninggal dunia.
Kapolsek Gerokgak, Kompol I Made Derawi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (9/11) sekitar pukul 16.00 WITA.
Bermula saat Supartiasa bersama rekannya bernama Putu Agus Swandana, mengerjakan pemasangan atap di rumah Putu Suartawan.
Saat memasang atap baja ringan, Supartiasa dugaannya tidak memerhatikan kabel induk listrik PLN yang berdekatan dengan bangunan.
“Kap baja yang korban angkat kemudian menyentuh kabel listrik, sehingga korban tersengat arus listrik dan terjatuh,” terangnya.
Melihat rekannya jatuh, Agus langsung meminta tolong pada pemilik rumah. Supartiasa segera terbawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun karena mengalami luka bakar di tangan, ia kemudian masuk rujukan ke RSUD Buleleng.
“Karena lukanya mungkin cukup parah, korban ke RSUP Prof. dr. IGNG Ngoerah untuk penanganan lanjutan. Hingga Kamis (13/11) sekitar pukul 04.00 WITA, korban telah meninggal dunia,” ungkapnya.
Menurut Kompol Derawi, peristiwa ini karena korban lalai saat bekerja, sehingga terjadi kecelakaan kerja yang menyebabkan korban tersengat arus listrik.
Karenanya ia mengimbau pada masyarakat, khususnya para pekerja bangunan, agar lebih berhati-hati saat bekerja di dekat jaringan listrik.
Ia menekankan pentingnya memerhatikan jarak aman dari kabel bertegangan tinggi, serta menggunakan peralatan kerja yang sesuai standar keselamatan.
“Setiap pekerjaan konstruksi, apalagi yang berdekatan dengan jaringan listrik, harus dengan pengawasan dan memperhatikan faktor keselamatan. Jangan sampai karena kurang waspada, nyawa taruhannya,” ujar Kompol Derawi.
Selain itu, mengingat saat ini jelang hari raya Galungan dan Kuningan, ia juga meminta masyarakat agar memerhatikan jarak aman dalam pemasangan penjor demi keselamatan bersama. (BP/OKA)







