Sastra
-
Puisi-Puisi Vito Prasetyo
Rebana Cinta aku mencintaimu, seperti ombak mencintai laut dan seperti puisi mencintai kata-kata kata-kata tidak pernah hidup tetapi selalu menghidupkan…
Selengkapnya » -
Mutasi Mutualisasi
DALAM ruangan guru dengan dinding bercat kusam dan sedikit retak oleh matahari yang masuk itu Pak Sanggah sedang membolak-balik buku…
Selengkapnya » -
Menafsir Ulang Pilar yang Retak
SETIAP kali tanggal 1 Juni datang, Indonesia kembali memanggil ingatan kolektifnya untuk menengok pidato Soekarno pada sidang BPUPKI tahun 1945—pidato…
Selengkapnya » -
Per Nørgård: Indonesia Kehilangan, Walau Belum Mengenalnya
PADA tanggal 28 Mei 2025 lalu, dunia musik klasik menerima berita duka: komponis terkemuka Denmark yang telah menjadi inspirasi dunia…
Selengkapnya » -
PUISI-PUISI FAJRUL ALAM
DI BAZAR BUKU Sekalinya melewati pintu Hamparan buku seumpama hijau sabana berikut sejuk embun paginya Teduh dan penuh ketenangan Lebur…
Selengkapnya » -
Mengapa Sastra Lebih Penting dari yang Kita Kira?
Sapardi Djoko Damono, sastrawan dan kritikus sastra kenamaan Indonesia, pernah menyatakan bahwa “Sastra adalah cara yang paling halus untuk memahami…
Selengkapnya » -
Kafka di Luar Dirinya dan Pengamat Bahasa Tubuh
SEBUAH wawancara antara Reiner Stach, penulis biografi Franz Kafka, dengan Lea Veinstein pada program Akadem. Tanya (T): Pada pengantar…
Selengkapnya » -
Yang Dirawat, Ada untuk Meruwat
APA yang tersisa dalam laku budaya masyarakat adat Buahan, Kecamatan Kintamani, Bangli, menarik untuk ditilik lebih jauh. Desa ini menjadi…
Selengkapnya » -
Puisi-Puisi Via Firdhayanti
Samaya Waktu memilih kita menjadi dua Satu kekekalan Satu kebinasaan Kita terbentang sejauh apapun itu Dan kita menyadari kepahitan di…
Selengkapnya » -
Aryati dan Cerita Seorang Pelacur
USIANYA kisaran 50 tahunan, memiliki rambut panjang sepunggung yang seluruhnya memutih, dan tak terawat. Aryati dulunya dikenal sebagai seorang guru sekolah…
Selengkapnya »









