Esai
-
Agama dan Warisan Budaya: Menjaga Tradisi atau Terjebak Dogma?
DALAM sebuah pernyataan yang penuh daya gugah, Buya Syakur mengajak kita untuk melihat ibadah haji dari sudut pandang yang lebih…
-
Paradoks Surga dan Keadilan yang Terlupakan
KEMARIN saya duduk diam menyimak khutbah seorang ustaz. Suaranya mantap, nadanya yakin, dan isi pesannya tegas: umat Nabi Muhammad adalah…
-
Mengelola Sampah Berbasis Sumber, Seperti Mengelola Tinja
tin.ja, kotoran atau hasil buangan yang dikeluarkan dari alat pencernaan ke luar tubuh melalui dubur, mengandung zat-zat makanan yang tidak…
-
Pohon Peradaban, Peradaban Pohon
POHON memegang peran mahapenting dalam ekosistem dunia. Selain menyediakan oksigen, dalam skala luas, pohon merupakan tokoh utama yang merawat iklim…
-
Keliru PKB Elit: Buduh, Jaruh, Memisuh Adalah Nilai Rakyat
PESTA Kesenian Bali (PKB) 2025 diawali perdebatan panas. Memang setiap PKB tidak pernah luput dari perbincangan atau diskusi. Ada beberapa wacana…
-
Menafsir Ulang Pilar yang Retak
SETIAP kali tanggal 1 Juni datang, Indonesia kembali memanggil ingatan kolektifnya untuk menengok pidato Soekarno pada sidang BPUPKI tahun 1945—pidato…
-
Per Nørgård: Indonesia Kehilangan, Walau Belum Mengenalnya
PADA tanggal 28 Mei 2025 lalu, dunia musik klasik menerima berita duka: komponis terkemuka Denmark yang telah menjadi inspirasi dunia…
-
Mengapa Sastra Lebih Penting dari yang Kita Kira?
Sapardi Djoko Damono, sastrawan dan kritikus sastra kenamaan Indonesia, pernah menyatakan bahwa “Sastra adalah cara yang paling halus untuk memahami…
-
Kafka di Luar Dirinya dan Pengamat Bahasa Tubuh
SEBUAH wawancara antara Reiner Stach, penulis biografi Franz Kafka, dengan Lea Veinstein pada program Akadem. Tanya (T): Pada pengantar…
-
Yang Dirawat, Ada untuk Meruwat
APA yang tersisa dalam laku budaya masyarakat adat Buahan, Kecamatan Kintamani, Bangli, menarik untuk ditilik lebih jauh. Desa ini menjadi…








