Cerpen
-
Budeng
“KAMU itu sudah terkena pelet sehingga tidak bisa melupakan perempuan penari itu.” Suara ayahnya menggelegar. Menghantam kuping Markudut, sang anak…
-
AKU YANG HARUS PULANG
AKU pindah ke kota D bukan karena pekerjaan. Setidaknya bukan semata-mata karena pekerjaan. Setelah lulus SMA aku sudah ditawari sahabat Ayah…
-
Pak Besar
LELAKI itu membuka jendela rumahnya setiap pagi layaknya orang yang baru keluar dari kegelapan. Dia tinggal di dalam rumahnya sepanjang…
-
Jemari dalam Senja Minang
DI TEPIAN Danau Maninjau, saat lembayung jingga memeluk bukit-bukit, aku seringkali terhanyut dalam lamunan. Bukanlah lamunan kosong, melainkan sebuah jejak…
-
Kai Unggat “Bisnis”
CUIH! Ludah itu spontan meluncur dari mulut Kai Unggat. Kakek itu menggeleng menyaksikan genangan air hujan yang terkurung dalam lubang…
-
KAI UNGGAT “Madu”
DENTUMAN sound karaoke Siaga menggema mengusik malam. Makin tinggi waktu makin menyentak tanah sekitaran. Rutinitas demikian biasa untuk sambut musim…
-
Kemenangan Moskwa
TEPAT di pagi itu, langit mendung dan gerimis menggelayuti Moskwa. Begitu keluar dari stasiun metro di dekat lapangan merah, angin…









