BALI, Balipolitika.com – Nasib tragis menimpa seorang balita di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Bangli.
Bayi perempuan bernama Made Sukma Diatmika, 4, meninggal dunia dugaan akibat serangan anjing. Korban menghembuskan napas terakhir di RSUD Bangli.
Informasi menyebutkan peristiwa itu terjadi pada Senin (27/4). Tidak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian naas tersebut.
Sang ibu menemukan anaknya sudah tergeletak di depan warung, dan pada saat yang sama terlihat anjing berada di dekatnya. Dugaan ada 3 anjing yang menyerang korban.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli, dr. I Dewa Oka Gede Oka Darsana, Sp.An, menjelaskan kejadian itu perkiraan berlangsung sekitar pukul 06.30 Wita.
Saat itu korban berada sendirian di depan warung seusai mandi, sementara ibunya sempat kembali ke kamar mandi. Tak sampai 10 menit, sang ibu kembali dan mendapati anaknya sudah terkapar.
Terlihat anjing di sampingnya. Saat kejadian, hujan turun deras sehingga membuat warga sekitar tidak mendengar tangisan korban.
“Pasien langsung terbawa ke Puskesmas Kintamani V untuk mendapatkan pertolongan, kemudian dirujuk ke RSUD Bangli,” ujar Oka Darsana.
Korban tercatat tiba di RSUD Bangli sekitar pukul 18.05 Wita. Berdasarkan pemeriksaan medis, kondisinya sangat lemah dan tidak sadarkan diri.
Tim medis sempat melakukan tindakan resusitasi, namun tidak memberikan respons. “Pasien meninggal pada pukul 18.20 Wita,” jelas Direktur RSUD Bangli tersebut.
Dari hasil pemeriksaan, ada luka robek pada leher dan wajah korban. Luka yang dugaan akibat gigitan anjing itu menyebabkan pendarahan akut masif.
“Penyebab henti jantung akibat pendarahan akut yang masih karena luka gigitan yang luas di daerah vital (leher dan wajah),” tegasnya.
Pasca kejadian, tim lintas sektor Pemkab Bangli langsung turun ke lokasi. Petugas Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) melakukan eliminasi terbatas terhadap anjing di sekitar rumah duka, sebagai langkah antisipasi kemungkinan hewan yang menggigit korban terjangkit rabies.
“Kalau (meninggal dunia) akibat rabies perlu waktu. Masa inkubasi (sejak gigitan sampai timbul gejala) paling cepat 7 hari sampai 3 bulan,” jelasnya. (BP/OKA)












