NASIONAL, Balipolitika.com – Usai Bali, kini bencana alam banjir dan longsor menerjang wilayah Sumatera.
Bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat, pada Maret 2024 menyebabkan 28 orang meninggal dunia dan 4 orang masih hilang. Namun angka ini masih terus berkembang.
Bencana ini melanda 12 kabupaten dan kota di Sumatera Barat, termasuk Pesisir Selatan, Padang Pariaman, dan Kota Padang.
Dampak Bencana:
– 70.000 orang mengungsi
– 866 rumah rusak berat, 139 unit rusak sedang, dan 579 unit rusak ringan
– 16 unit jembatan dan 355 meter jalan rusak
– Kerugian perkiraan mencapai Rp212 miliar
Korban Jiwa:
– 25 orang meninggal di Pesisir Selatan
– 3 orang meninggal di Padang Pariaman
– 1 orang meninggal di Kota 1
– 8 orang meninggal di Padang Pariaman
– 2 orang meninggal di Kota Padang Panjang
– 20 orang meninggal di Kabupaten Agam
– 19 orang meninggal di Kabupaten Tanah Datar
Bencana banjir dan longsor juga terjadi di Sumatera Utara pada November 2025, menyebabkan 72 korban terdampak, dengan rincian 24 orang meninggal dunia, 37 luka ringan, 6 luka berat, dan 5 orang masih dalam pencarian.
Banjir di Sumatera disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Curah hujan tinggi: Hujan deras yang terus-menerus menyebabkan sungai-sungai di Sumatera meluap dan membanjiri daerah sekitar.
2. Topografi: Sumatera memiliki topografi yang bergunung-gunung, sehingga air hujan dapat dengan cepat mengalir ke daerah yang lebih rendah dan menyebabkan banjir.
3. Erosi: Erosi tanah di daerah hulu sungai menyebabkan sedimentasi di daerah hilir, sehingga mengurangi kapasitas sungai dan meningkatkan risiko banjir.
4. Perubahan iklim: Perubahan iklim global menyebabkan peningkatan intensitas dan frekuensi hujan, sehingga meningkatkan risiko banjir.
5. Aktivitas manusia: Aktivitas manusia seperti deforestasi, pertambangan, dan pembangunan infrastruktur dapat meningkatkan risiko banjir dengan mengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air.
Faktor-faktor tersebut menyebabkan banjir di Sumatera sering terjadi dan berdampak besar pada masyarakat dan lingkungan. (BP/OKA)













