LUMAJANG, Balipolitika.com– Gunung Semeru erupsi dahsyat. Aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa ini, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang sangat mengkhawatirkan pada 6 Desember 2025. Erupsi dahsyat tersebut memicu aliran lahar dingin sangat besar yang menerjang wilayah Lumajang. Banjir material vulkanik bergerak cepat, menimbulkan kepanikan hebat di kalangan masyarakat setempat, terutama yang bermukim di bantaran sungai.
“Semeru batuk, akhirnya ini detik-detik Semeru erupsi, erupsi, erupsi. Banjirnya lumayan besar, Saudara, untuk yang di bawah harap berhati-hati dan menyingkir dulu,” kata seorang narator video yang merekam kejadian tersebut secara langsung.
Banjir lahar besar ini dengan cepat mencapai area strategis, termasuk Jembatan Besuk Kobokan atau Gladak Perak. Material lumpur setebal tiga puluh lima milimeter dilaporkan sudah menutupi area di bawah jembatan itu. Kepulan abu vulkanik sangat tebal terlihat menyertai aliran lahar, menyebabkan jarak pandang langsung menurun drastis.
Banyak warga dan pengendara panik segera mencari tempat aman dari hempasan lahar. Mereka melihat aliran lahar meluap deras ke arah Dusun Sumber Langsep yang berdekatan. Aliran lahar tersebut membawa material panas sehingga menimbulkan uap tebal di kawasan jembatan.
“Sudah nyampai di jembatan, di hari Jumat 5 Desember 2025, sangat mengerikan dulur. Positif air amber (meluap) Jembatan Kobokan ini panas,” tutur narator video.
Masyarakat segera melakukan evakuasi mandiri untuk menyelamatkan diri dan harta benda mereka. Beberapa warga terlihat bergegas menarik ternak kambing mereka menjauhi area terdampak bahaya. Mereka berupaya keras mengamankan ternak mereka dari terjangan lahar besar yang bergerak tanpa ampun. Upaya evakuasi berlangsung dramatis.
Petugas juga berteriak memperingatkan warga agar segera menghindari jalur selatan yang terbilang sangat berbahaya. Masyarakat melihat banjir lahar terus membesar, menghancurkan sekat-sekat penahan di sekitar sungai. Kejadian ini memerlukan respons cepat dari semua pihak terkait.
“Evakuasi, evakuasi kambing Bolo, evakuasi kambingnya Pak Suhar, bolo (kawan). Harap berhati-hati, ini dari Gladak Perak abu vulkaniknya sudah datang kayak gini ,” teriak seorang warga memberikan peringatan mendesak.
Lahar yang meluap tidak hanya menerjang jalan raya, tetapi juga merusak fasilitas umum dan bangunan warga. Sebuah masjid kosong di area terdampak tampak sudah dipenuhi dengan material lumpur vulkanik. Bahkan rumah warga di sekitarnya juga turut terendam dan mengalami kerusakan cukup parah. Warga menyatakan kawasan itu sudah menjadi sungai lahar.
Lumpur vulkanik tebal itu masuk dengan cepat ke dalam bangunan tanpa dapat dihentikan. Warga sekitar Dusun Sumber Langsep menyaksikan lumpur mulai meluap memasuki pemukiman mereka. Kondisi ini membuat mereka bergegas meninggalkan rumah untuk menghindari bahaya.
“Banjir lava lur, masjid yang kosong sudah dipenuhi dengan lumpur. Ini lumpurnya, itu rumah warganya, sudah meluap, sudah separuh meluap,” ujar warga setempat.
Tim penanggulangan bencana dan pihak kepolisian segera meningkatkan kewaspadaan penuh di seluruh titik rawan bencana. Mereka meminta seluruh masyarakat sekitar bantaran sungai untuk terus bersiaga siaga mengantisipasi lahar susulan. Masyarakat harus mematuhi semua imbauan petugas di lapangan tanpa terkecuali. Kondisi di bawah Jembatan Gladak Perak masih memprihatinkan karena banyak gumpalan tanah mengeluarkan asap panas.
“Hindari, hindari jalur selatan, banjir sangat besar sekali,” imbau petugas memberikan peringatan keras kepada publik “Jadi untuk yang ada di bantaran bawah harap untuk hati-hati dan waspada.” (BP/CHA).












