DENPASAR, Balipolitika.com- Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Bali Nusa Tenggara resmi membuka Bali Nusra Great Sale 2025, festival belanja terbesar yang melibatkan 18 pusat perbelanjaan di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Acara pembukaan berlangsung di ICON BALI dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan pemerintahan, industri retail, perbankan, serta pelaku UMKM.
Festival ini menawarkan diskon hingga 70 persen dan akan berlangsung selama lebih dari satu bulan, dengan penutupan dijadwalkan pada 16 Januari 2026 di Living World Denpasar.
Pembukaan ini dipimpin oleh Ketua APPBI DPD Bali, Zenzen Guisi Halmis, yang menegaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini memiliki arti penting karena melibatkan semakin banyak pusat perbelanjaan dari tiga provinsi.
Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh, di antaranya Eka Putu Ananta selaku Head of Merchant Business Functional Office Bali BCA; Ida Bagus Rai Budiarsa selaku Komisaris Utama ICON BALI Mall; Dr. I Wayan Ekadina, S.E., M.Si., Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Ekonomi dan Keuangan; Septo Soepriyatno, S.T., M.S.E., Direktur Bina Usaha Perdagangan; serta Ni Made Ayu Marthini, Deputi Bidang Pemasaran dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.
Bali Nusra Great Sale 2025 juga diluncurkan bersamaan dengan BINA Indonesia Great Sale, sebuah gerakan nasional untuk memperkuat industri retail, sektor Food & Beverage, dan tenant spesialis.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan konsumsi domestik dan wisata belanja, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi pusat perbelanjaan dan pelaku UMKM.
Zenzen Guisi Halmis dalam sambutannya menyampaikan bahwa festival ini merupakan momentum kolaboratif bagi seluruh pelaku industri.
“Kami berharap Bali Nusra Great Sale ini semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku ritel, UMKM, asosiasi, dan perbankan, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Bali dan Nusa Tenggara,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa APPBI DPD Bali Nusra mendapat amanah baru dengan memperluas jangkauan ke wilayah Nusa Tenggara, seiring bertambahnya jumlah pusat perbelanjaan yang bergabung.
“Dengan bergabungnya semakin banyak pusat perbelanjaan, kami optimistis program ini akan memberikan dampak yang lebih besar bagi industri retail,” katanya.
Dalam rangkaian kegiatan festival, masyarakat dapat mengikuti berbagai program belanja yang menawarkan hadiah menarik, termasuk Grand Prize High Spender, Weekly Top Spender All Mall, Red Friday Roadshow, hingga kompetisi antar-tenant di seluruh mall peserta.
Program tersebut disusun untuk mendorong antusiasme pengunjung sekaligus meningkatkan transaksi di tiap pusat perbelanjaan.
Zenzen juga menekankan pentingnya semangat kolaborasi lintas sektor agar industri retail tetap berkembang di tengah dinamika ekonomi.
“Sekarang bukan zamannya bekerja sendiri-sendiri. Kita harus berkolaborasi agar industri retail, UMKM, dan pariwisata tetap tumbuh dan mampu bersaing,” katanya.
Sebagai penutup, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh sponsor dan mitra yang terus mendukung kegiatan APPBI Bali Nusra.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh sponsor dan mitra yang selalu mendukung APPBI Bali Nusra. Dukungan ini sangat berarti bagi kami dan menjadi energi untuk terus mengembangkan program di masa depan,” ujarnya.
Festival ini diharapkan menjadi salah satu penggerak utama aktivitas perdagangan di Bali dan Nusa Tenggara, sekaligus memperkuat posisi pusat perbelanjaan sebagai destinasi wisata belanja bagi masyarakat lokal maupun wisatawan. (bp/jk/ken)













