JAKARTA, Balipolitika.com- PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga bahan bakar minyak nonsubsidi di seluruh wilayah Indonesia mulai awal Februari ini. Kebijakan penurunan harga tersebut berlaku efektif untuk produk bensin maupun diesel kelas premium di stasiun pengisian bahan bakar. Masyarakat kini dapat menikmati harga baru yang jauh lebih terjangkau untuk menunjang aktivitas transportasi harian mereka.
Berdasarkan situs resmi perusahaan harga Pertamax untuk wilayah Jakarta turun menjadi sebelas ribu delapan ratus rupiah per liter. Nilai jual tersebut mengalami penurunan sebesar lima ratus lima puluh rupiah jika dibandingkan dengan periode bulan Januari sebelumnya. Penyesuaian harga ini merupakan langkah rutin korporasi dalam mengikuti perkembangan harga minyak mentah pada pasar global yang sedang melandai.
Manajemen Pertamina juga memangkas harga produk Pertamax Green menjadi dua belas ribu empat ratus lima puluh rupiah per liter. Sementara itu jenis Pertamax Turbo kini dibanderol seharga dua belas ribu tujuh ratus rupiah untuk setiap satu liternya. Penurunan harga ini memberikan kesempatan bagi pemilik kendaraan bermesin modern untuk mendapatkan bahan bakar berkualitas dengan biaya yang lebih hemat.
Produk diesel nonsubsidi jenis Dexlite kini dipasarkan dengan harga tiga belas ribu dua ratus lima puluh rupiah per liter. Penurunan harga ini juga diikuti oleh produk Pertamina Dex yang sekarang berada pada angka tiga belas ribu lima ratus rupiah. Koreksi harga pada sektor bahan bakar diesel ini diharapkan mampu menekan biaya operasional logistik serta distribusi barang di berbagai daerah.
Berbeda dengan jenis nonsubsidi harga bahan bakar bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar dipastikan tidak mengalami perubahan sama sekali. Pertalite tetap dijual seharga sepuluh ribu rupiah sementara Biosolar bertahan pada angka enam ribu delapan ratus rupiah per liter. Pemerintah tetap memberikan subsidi energi guna menjaga stabilitas daya beli masyarakat luas di tengah tantangan ekonomi nasional saat ini.
Masyarakat dapat melakukan pengecekan rincian harga lengkap untuk setiap provinsi melalui aplikasi digital resmi milik perusahaan secara berkala. Pasokan bahan bakar di seluruh pelosok negeri dipastikan berada pada level yang sangat aman untuk melayani kebutuhan masyarakat. Pertamina berkomitmen untuk terus menyediakan energi berkualitas tinggi dengan harga yang tetap kompetitif bagi seluruh lapisan pelanggan setia mereka.
Tren penurunan harga bahan bakar ini diprediksi akan memberikan dampak positif terhadap pengendalian tingkat inflasi di sektor transportasi umum. Para pengguna kendaraan pribadi juga menyambut baik kebijakan ini karena dapat mengurangi alokasi anggaran belanja bahan bakar bulanan mereka. Perusahaan terus berupaya mengoptimalkan rantai pasok energi agar pendistribusian bahan bakar berjalan lancar tanpa ada kendala teknis di lapangan.
Kualitas bahan bakar yang dipasarkan melalui seluruh jaringan SPBU tetap terjaga melalui proses pengawasan laboratorium yang sangat ketat dan disiplin. Masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan bahan bakar dengan kadar oktan yang sesuai dengan spesifikasi teknis mesin kendaraan masing-masing. Penggunaan bahan bakar yang tepat akan memperpanjang usia pakai mesin serta membantu menjaga kebersihan udara dari sisa emisi gas buang. (BP/CHA).













