DENPASAR, Balipolitika.com– Molog yang belakangan sesuai keterangan Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi diketahui bernama lengkap I Nengah Sudana (50 tahun) menjadi korban tewas tragedi berdarah “Kampus” Abian Tubuh, Jalan Sokasati, Kelurahan Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Provinsi Bali, Minggu, 27 Juli 2025.
Pria asli Desa Angantelu, Kabupaten Karangasem itu menjadi sasaran amukan ayam jago bersenjata taji alias pisau ayam yang terpasang di tegil atau kaki unggas aduan itu.
Kronologis tragedi berdarah itu sesuai keterangan saksi WJ (56 tahun) asal Banjar Abian Tubuh bermula pada Minggu, 27 Juli 2025 sekitar pukul 13.30 Wita di dalam arena atau kalangan sabung ayam saat 2 ekor ayam aduan akan dilepas dari arah barat dan timur.
Ayam aduan di arah timur dipegang oleh SM dan arah barat dipegang oleh Bikul, sementara korban Molog ada di posisi pojok barat daya.
Tanpa diduga, ayam yang dipegang oleh SM dari arah timur berontak dan terlepas lalu dengan liar mengejar ayam yang masih dipegang oleh GPA alias Bikul.
“Karena takut Pak Bikul melompat keluar kalangan, sedangkan korban yang berada di sebelahnya tidak bisa menghindar dan diserang oleh ayam tersebut sehingga mengakibatkan luka dan keluar darah,” ungkap AKP Ketut Sukadi.
Melihat insiden tersebut dan mendapati koran Molog mengalami pendarahan, para kru “kampus” segera mengangkat dan menggotong korban keluar dari arena untuk dilarikan ke rumah sakit.
Terpisah, seorang saksi berinisial AP (33 tahun) asal Jalan Sokasati, Gang Jepun, Nomor 10 Kesiman menerangkan bahwa dirinya mendengar ada ribut-ribut seseorang terkena taji.
Kepada pihak berwajib, ia mengaku melihat korban Molog berlumuran darah dalam kondisi digotong oleh banyak orang,
“Saksi kemudian ikut membantu membawa korban menggunakan sepeda motor yang mana saksi menjepit korban dari belakang selanjutnya dibawa ke RS Puri Raharja,” beber AKP Ketut Sukadi.
Terkait penyebab korban meninggal dunia, AKP Ketut Sukadi menerangkan bahwa sesuai keterangan pihak medis, I Nengah Sudana sudah tidak bernyawa sebelum tiba di rumah sakit.
“Menurut keterangan dokter jaga RS Puri Raharja, korban masuk UGD RS Puri Raharja pada Pukul 14.00 wita. Pada saat dilakukan pemeriksaan oleh saksi kondisi korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, tidak ada sama sekali denyut nadi,” jelasnya.
Soal luka yang diderita korban, AKP Ketut Sukadi merinci paling parah di bagian perut.
“Pada perut terdapat luka terbuka dengan panjang 14 cm x 5 cm, kedalaman 10- 14 cm,” jelasnya. (bp/tim)













