BAHAS: Seminar Nasional Puskor Hindunesia “Menjaga Warisan Peradaban Bali” di UNHI, pada Minggu, 10 Mei 2026. (Sumber: Gung Kris)
DENPASAR, Balipolitika.com – Beranjak dari masifnya alih fungsi lahan dan permasalahan lingkungan yang terjasi di Bali, Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Menjaga Warisan Peradaban Bali” bertempat di Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Denpasar, pada Minggu, 10 Mei 2026.
Dalam kesempatannya, Ketua Umum Dewan Koordinator Nasional (Dekornas) Puskor Hindunesia 2022-2027, Dr. (HC) Ida Bagus Ketut Susena, S.Kom., saat diwawancarai wartawan Bali Politika menekankan, seminar kali ini digelar sebagai bagaian Hari Jadi Puskor Hindunesia ke-22, juga digelar sebagai upaya penguatan mental dan kesadaran kolektif bagi para anggota Puskor Hindunesia, khususnya, serta Umat Hindu secara umum.
“Hari ini kita membahas khusus tentang warisan peradaban Bali. Karena ini sesuatu yang sangat urgent (penting, red) bagi kita di tengah gejolak yang sedang dihadapi Bali, terkait problematika lingkungan hinga alih fungsi lahan juga barang tentu kita kemas melalui seminar nasional, dengan menghadirkan tokoh-tokoh yang peduli akan isu-isu ini sebagai narasumber untuk bersama-sama dalam menyikapi hal-hal ini,” ucapnya.
Lebih lanjut Dr. IB Susena menambahkan, seminar nasional yang digelar diharapkan mampu memberikan suatu gamabaran dan pengetahuan bagi seluruh peserta yang hadir, demi terbentuknya pola pikir masyarakat Bali secara umum yang kedepannya mampu secara bersama-sama menjaga keajegan Bali, sebagai warisan bagi anak cucu di masa depan.
“Tentu kami berharap, dengan dilaksanakannya seminar ini mampu membuka pola pikir baru di masyarakat, untuk bersama-sama menyatukan persepsi agar bisa menata kembali apa yang menjadi tugas kita sebagai pewaris peradaban Bali,” tutupnya.
Sementara, Ketua Panitia Seminar Nasional Puskor Hindunesia “Menjaga Warisan Peradaban Bali” di UNHI kali ini, Ir. I Nyoman Marhaendra menambahkan, narasumber yang hadir kali ini merupakan tokoh yang berkompeten dalam berbicara terkait peradaban Bali, diantaranya ada; Mayjetn TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma, S.IP., Ar. I Nyoman Gede Maha Putra, S.T., M.Sc., Ph.D., Jero Penyarikan Duuran Batur, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., M.Si., dan Maha Gede Arthadana, SH., MH. (bp/gk)













