KOPENHAGEN, Balipolitika.com- Denmark Siagakan Jet F35. Pemerintah Denmark secara resmi mengerahkan pasukan pendahulu dan armada tempur canggih menuju wilayah otonom Greenland. Langkah militer ini bertujuan memperkuat fondasi logistik pertahanan sebelum kedatangan pasukan utama aliansi NATO.
Dilansir dari berbagai sumber, Kopenhagen mengirimkan sinyal diplomatik sangat keras kepada Washington bahwa kedaulatan Greenland tidak dapat mereka negosiasikan. “Kami melangkah maju menuju kehadiran militer yang jauh lebih besar dan permanen di wilayah Greenland,” ujar Menteri Pertahanan Denmark, Troels Lund Poulsen.
Pasukan pendahulu bertugas memetakan koordinasi pertahanan strategis serta memastikan jalur pasokan logistik tetap berfungsi optimal. Pemerintah Denmark mengucurkan dana pertahanan tambahan sebesar 4,2 miliar dolar AS untuk memodernisasi infrastruktur keamanan Arktik.
Mereka juga menyiagakan jet tempur F-35 guna melakukan patroli udara secara intensif di sepanjang perbatasan utara. “Keamanan wilayah Arktik saat ini menjadi kepentingan krusial bagi Kerajaan Denmark dan sekutu aliansi kami,” tutur Poulsen.
Dukungan militer terhadap kedaulatan Denmark juga datang secara masif dari negara-negara tetangga di kawasan Eropa Utara. Jerman dan Norwegia sepakat mengirimkan personel militer tambahan untuk memperkuat jejak pertahanan aliansi di pulau tersebut.
Prancis bahkan berencana membuka kantor konsulat baru sebagai bentuk pengakuan diplomatik atas integritas teritorial Kerajaan Denmark. “Langkah multilateral ini kami lakukan bersama sekutu NATO demi menjaga hukum internasional dan integritas wilayah,” jelas Poulsen.
Menghalau Ambisi Donald Trump Mengekspansi Amerika
Pengerahan kekuatan militer ini menjadi jawaban langsung atas keinginan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ingin mengakuisisi Greenland. Trump menyebut wilayah kaya mineral tersebut sebagai kebutuhan mutlak bagi keamanan ekonomi dan pertahanan nasional Amerika.
Gedung Putih kabarnya tengah menyusun rancangan undang-undang untuk menjadikan Greenland sebagai negara bagian Amerika Serikat ke-51. “Presiden Donald Trump memiliki ambisi kuat untuk menaklukkan Greenland meskipun tindakan itu melanggar kedaulatan Denmark,” kata Lars Løkke Rasmussen.
Pertemuan diplomatik tingkat tinggi di Washington antara utusan Denmark dengan Sekretaris Negara Marco Rubio berakhir tanpa kesepakatan. Pihak Amerika Serikat tetap bersikeras bahwa kontrol atas wilayah Kutub Utara sangat penting bagi stabilitas geopolitik global.
Namun, pemerintah lokal Greenland menegaskan bahwa identitas dan tanah mereka bukanlah komoditas properti yang dapat mereka perjualbelikan. “Kami telah menegaskan secara jelas bahwa gagasan akuisisi ini sama sekali tidak kami butuhkan,” tegas Menteri Luar Negeri Rasmussen.
Kehadiran fisik militer Denmark bertujuan meredam kekhawatiran Gedung Putih terkait potensi ancaman dari blok Rusia dan China. Kopenhagen menjamin bahwa skema pertahanan kolektif di bawah payung NATO sudah sangat mumpuni untuk melindungi wilayah Arktik.
Pasukan Denmark juga akan memberikan bantuan teknis kepada otoritas kepolisian lokal guna mengamankan infrastruktur energi yang kritis. “Integrasi pengalaman pertahanan global merupakan kunci utama untuk menjaga kawasan Arktik tetap stabil dan damai,” pungkas Poulsen. (BP/CHA).










