BISNIS, Balipolitika.com – Ternyata minyak jelantah bisa jadi bahan pesawat lho!
Minyak jelantah dapat menjadi bahan bakar pesawat melalui proses “pengolahan minyak jelantah menjadi biofuel”. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam proses ini:
Langkah 1: Pengumpulan dan Pembersihan
– Minyak jelantah dikumpulkan dari berbagai sumber, seperti restoran, rumah tangga, dan industri.
– Minyak jelantah kemudian dibersihkan untuk menghilangkan kotoran dan zat-zat yang tidak diinginkan.
Langkah 2: Transesterifikasi
– Minyak jelantah kemudian diproses melalui reaksi transesterifikasi, yang mengubah minyak menjadi biodiesel.
– Reaksi ini melibatkan penambahan alkohol dan katalis untuk mengubah trigliserida dalam minyak menjadi metil ester (biodiesel) dan gliserol.
Langkah 3: Pengolahan Biodiesel
– Biodiesel yang dihasilkan kemudian diolah lebih lanjut untuk memenuhi standar kualitas bahan bakar pesawat.
– Proses ini melibatkan penghilangan gliserol, katalis, dan zat-zat lain yang tidak diinginkan.
Langkah 4: Hydrotreating
– Biodiesel kemudian diproses melalui hydrotreating, yang melibatkan penambahan hidrogen untuk menghilangkan oksigen dan meningkatkan kualitas bahan bakar.
– Proses ini menghasilkan bahan bakar yang lebih stabil dan sesuai dengan standar bahan bakar pesawat.
Langkah 5: Pencampuran dengan Bahan Bakar Konvensional
– Bahan bakar biojet yang dihasilkan kemudian dapat dicampur dengan bahan bakar konvensional untuk digunakan sebagai bahan bakar pesawat.
– Perbandingan pencampuran dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan dan standar yang berlaku.
Kelebihan dan Tantangan
– Kelebihan: Penggunaan minyak jelantah sebagai bahan bakar pesawat dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan memanfaatkan limbah minyak jelantah.
– Tantangan: Proses pengolahan minyak jelantah menjadi biofuel memerlukan biaya yang relatif tinggi, dan kualitas bahan bakar yang dihasilkan harus memenuhi standar yang ketat untuk digunakan pada pesawat.
Beberapa perusahaan dan lembaga penelitian telah berhasil mengembangkan teknologi untuk mengolah minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat, dan beberapa bahkan telah melakukan uji coba penggunaan bahan bakar ini pada pesawat. Namun, masih diperlukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas bahan bakar yang dihasilkan. (BP/OKA)













