ATAS NAMA KEMANUSIAAN: Bantuan sosial berupa sembako disiapkan di Posko Bantuan Kemanusiaan Garda Shooting Club di Jalan Plawa, Denpasar, untuk masyarakat terdampak Bencana Banjir Bandang di Bali. (Kolase: Gung Kris)
DENPASAR, Balipolitika.com – Bergerak atas nama kemanusiaan pasca banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Bali, khususnya Denpasar, Garda Shooting Club (Garda Group) bersama para dermawan bergerak cepat menyalurkan ratusan paket Bantuan Sosial (Bansos) berupa sembako.
Bantuan disalurkan secara langsung ke pemukiman-pemukiman terdampak, terutama kawasan padat penduduk dan daerah rendah di Denpasar yang hingga kini masih minim perhatian.
Paket bantuan berisi beras, minyak goreng, gula, mie instan dan air mineral. Selain itu, Garda Shooting Club juga menyalurkan peralatan darurat sederhana yang dibutuhkan warga seperti mesin pompa untuk membersihkan rumah dari air dan lumpur pascabanjir.
“Kami hadir karena mendengar langsung jeritan warga. Banyak daerah yang sampai sekarang belum mendapatkan bantuan. Atas dukungan para dermawan, kami menyalurkan apa yang paling mereka butuhkan saat ini, yakni makanan dan perlengkapan sehari-hari,” ungkap salah satu perwakilan Garda Group.

Warga Menyambut Bantuan
Bantuan ini disambut haru oleh warga. Banyak dari mereka yang sejak banjir melanda hanya mengandalkan stok seadanya, bahkan ada yang sudah mulai kekurangan pangan.
Seorang warga di Denpasar Selatan mengaku baru kali ini mendapatkan bantuan setelah rumahnya terendam setinggi pinggang orang dewasa.
“Terima kasih banyak, kami benar-benar terbantu. Anak-anak sudah beberapa hari hanya makan seadanya. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” tutur seorang ibu rumah tangga sambil menitikkan air mata.
Gotong Royong Jadi Kekuatan
Selain menyalurkan bantuan, Garda Group juga menggandeng relawan lokal untuk memastikan distribusi tepat sasaran.
Mereka menembus gang-gang kecil hingga daerah terpencil yang sulit dijangkau kendaraan besar. Aksi ini sekaligus menunjukkan bahwa solidaritas masyarakat Bali masih menjadi kekuatan utama menghadapi bencana.
“Semoga gerakan ini bisa menginspirasi lebih banyak pihak untuk turun langsung. Korban banjir bukan hanya butuh bantuan material, tapi juga dukungan moral agar mereka tidak merasa ditinggalkan,” tambahnya.
Banjir Denpasar tahun ini menjadi peringatan serius soal tata kelola lingkungan dan drainase kota yang kerap dikeluhkan warga.
Namun di balik penderitaan, hadir pula semangat kebersamaan yang menjadi cahaya harapan, seperti yang diperlihatkan melalui gerakan kemanusiaan Garda Group bersama para dermawan. (bp)














