TABANAN, Balipolitika.com- Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa turun langsung memimpin persiapan upacara pujawali besar di Pura Luhur Batu Panes yang akan dilaksanakan Rabu, 13 Mei 2026.
Sosok politisi senior tersebut memastikan seluruh sarana upakara dan fasilitas penunjang bagi umat Hindu telah tersedia dengan sangat lengkap.
Pura yang terletak tepat di titik tengah Pulau Bali tersebut kini menjadi fokus perhatian utama jajaran pemerintah daerah.
“Kami melaksanakan pujawali ini bertepatan dengan hari Buda Kliwon Gumbreg yang jatuh pada 13 Mei 2026,” kata I Nyoman Arnawa, Senin, 11 Mei 2026.
Nyoman Arnawa juga mengawal ketat jalannya upacara Pemelaspasan Pura Taman Beji Agung yang baru saja selesai melalui tahap renovasi total.
Ia menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur tempat suci merupakan prioritas utama dalam agenda pembangunan kebudayaan di Kabupaten Tabanan.
Kehadiran pemimpin legislatif ini memberikan semangat tambahan bagi krama Desa Adat Belulang yang sedang melaksanakan persiapan ritual.
“Pujawali kali ini sangat istimewa bagi warga karena kami sekaligus meresmikan perbaikan struktur bangunan Pura Taman Beji Agung yang sudah rampung total,” ujar politisi asal Penebel itu.
Sebagai tokoh masyarakat Desa Adat Belulang, Nyoman Arnawa memahami betul nilai historis Pura Luhur Batu Panes yang sangat sakral.
Ia menjelaskan kepada awak media mengenai hubungan erat antara situs suci ini dengan Pura Luhur Batukaru di lereng gunung.
Koordinasi antara pihak legislatif dan otoritas pura bertujuan untuk menjaga kelestarian warisan leluhur agar tetap lestari sepanjang masa.
“Pura ini merupakan bagian penting dari sejarah panjang perjalanan spiritual leluhur kami yang memiliki hubungan sangat kuat dengan Pura Luhur Batukaru,” jelasnya.
Politisi PDI Perjuangan ini juga menginstruksikan dinas terkait untuk memastikan akses jalan menuju Penebel berada dalam kondisi prima.
Nyoman Arnawa ingin para pemedek yang datang dari luar kabupaten merasa nyaman saat menempuh perjalanan sejauh enam belas kilometer tersebut.
Langkah strategis ini merupakan bentuk nyata kepedulian Ketua DPRD Tabanan terhadap kenyamanan umat dalam menjalankan ibadah keagamaan.
“Harapan kami adalah seluruh rangkaian upacara pujawali dan pemelaspasan ini bisa berjalan dengan lancar serta memberikan kesejahteraan bagi semua orang,” bebernya.
Ketua DPRD Tabanan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga keasrian lingkungan hutan di sekitar pura.
Ia menekankan pentingnya konsep Tri Hita Karana dalam setiap pelaksanaan kegiatan besar yang melibatkan ribuan massa umat Hindu. (BP/CHA).













