DENPASAR, Balipolitika.com– Pemerintah Kota Denpasar kembali menyerahkan bantuan sosial pascabencana kepada masyarakat Kota Denpasar yang terdampak banjir.
Penyerahan bantuan tahap tiga ini dilaksanakan langsung Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Joni Ariwibawa di depan Lobi Kantor Wali Kota Denpasar, Senin, 22 Denpasar 2025.
Sebanyak 50 orang masyarakat Kota Denpasar yang terverifikasi tercatat menerima bantuan sosial pasca bencana.
Adapun, total keseluruhan bantuan yang diserahkan sebesar Rp.1.106.000.000 miliar dengan jumlah beragam untuk masing-masing penerima.
“Penerima bantuan pasca bencana yang sudah terverifikasi sebanyak 327 orang, yang mana jumlah bantuan yang di serahkan sudah Rp3.777.100.000 miliar sejak bencana dan pasca bencana dan ditambah hari ini Rp1.106.000.000 miliar. Semua kita serahkan secara berkelanjutan. Kita verifikasi lolos langsung kita serahkan dan hari ini tahap ke tiga yang terakhir di tahun 2025,” ujar Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara di sela-sela penyerahan bantuan.
Lebih lanjut Jaya Negara mengatakan Pemkot Denpasar terus berkomitmen sesuai dengan kemampuan daerah untuk membantu korban banjir, baik itu rumah ataupun pekarangan, fasilitas umum (pura), yang mana ada penguatan ekonomi juga disini, semuanya akan diberikan support oleh Pemkot Denpasar.
Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Joni Ariwibawa menjelaskan, pemberian bantuan sosial pasca bencana banjir ini merupakan program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar dalam meringankan beban masyarakat yang terkena musibah.
Pemberian bantuan ini sendiri telah masuk tahap ke tiga yang didahului dengan proses verifikasi dan peninjauan lapangan oleh Tim BPBD Kota Denpasar.
Lebih lanjut dijelaskan, pada penyerahan kali ini, bantuan sosial pasca bencana dengan nilai Rp.1.106.000.000 Milyar diserahkan kepada 50 penerima yang merupakan warga Kota Denpasar yang tertimpa musibah dan sudah terverifikasi.
“Adapun masyarakat yang diberikan bantuan diketahui terkena musibah banjir yang beragam, yakni rumah masyarakat sebanyak 22 rumah, Fasilitas Umum (Pura) sebanyak 27 pura, dan 1 untuk pengelola tani yang terdampak guna penguatan ekonomi,” kata Joni Arimbawa. (bp/ken)













