MANGKRAK: Rencana pembangunan India Cultural Centre Bali (ICCB) atau Pusat Kebudayan India di Jl. Tantular yang mangkrak sejak tahun 2004, di foto 1 Juni 2026. (Sumber: Gung Kris)
DENPASAR, Balipolitika.com – Mulai menjadi sorotan publik terkait terbengkalainya (mangkrak) rencana pembangunan pembangunan India Cultural Centre Bali (ICCB) atau Pusat Kebudayan India yang berlokasi di Jl. Tantular (sebrang BROS Hospital), Renon, Denpasar, sejak 2004, yang juga menuai pertanyaan bagaimana nasib dari aset tanah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tersebut kedepannya? Dikutip Senin, 1 Juni 2026.
Terkait nasib aset Pemprov Bali di balik mangkraknya proyek ICCB tersebut, awak media berusaha mengkonfirmasi Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali melalui Sekretaris Pansus TRAP, Dr. Somvir, lewat pesan singkat WhatssApp (WA) namun pihaknya belum dapat memberikan keterangan resmi hingga berita ini ditayangkan ke publik.
Untuk dapat diketahui, rencana pembangunan proyek ICCB atau Pusat Kebudayaan India tersebut sempat diresmikan Gubernur Bali (1998-2008), Dewa Beratha, Dubes India, Hemant Krishan Singh dan DG ICCR, Rakesh Kumar, hingga saat ini justru diketahui proyek tersebut mangkrak dan tidak ada tanda-tanda progress keberlanjutan dari proyek tersebut, sehingga menjadi kewajaran publik mempertanyakan nasib aset Pemprov Bali yang dipergunakan untuk proyek tersebut.
Berdasarkan informasi yang berhasil dikutip dari laman Antara News Bali pada 23 Januari 2018, pihak ICCB sempat mengajak Pemerintah Kota Denpasar untuk bersinergi dalam bidang pendidikan, seni dan kebudayaan, karena India-Bali memiliki kemiripan dalam bidang itu
Director India Cultural Centre Bali, Manohar Puri saat itu juga sempat beraudensi ke Kantor Walikota Denpasar, yang diterima Kadis Kebudayaan IGN Bagus Mataram.
Direktur ICCB Manohar Puri megemukakan keinginan itu saat bertatap muka dengan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar I Gusti Bagus Mataram yang mewakili Wali Kota Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra di Denpasar.
Manohar Puri mengatakan pihaknya ingin mempererat hubungan atau kemitraan kedua negara dalam bidang-bidang itu, karena melihat dari sejarah dan perkembangan kebudayaan di Bali yang ada kemiripan dengan budaya India, terutama bidang pendidikan dan kebudayaan.
“Ketertarikan kami bekerja sama dengan Pemkot Denpasar karena sebagai Ibu Kota Provinsi Bali ini memiliki visi dan misi yang berwawasan budaya,” katanya.
Manohar Puri mengatakan dengan menjalin kerja sama anak muda di Bali dapat belajar ke India, begitu juga sebaliknya, karena Menteri Luar Negeri India telah meluncurkan portal beasiswa “India Council for cultural Relation (ICCR)” di New Delhi, Ibu Kota India.
Menurut dia, kerja sama dalam bidang pendidikan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dan merupakan sebuah mandat bagi ICCR.
ICCR memiliki perencanaan beasiswa dalam jumlah yang sangat besar dan menanggung berbagai macam program kerja sama, antara lain isu dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.
Manohar Puri mengatakan Menteri Luar Negeri India pun telah menyampaikan ada 17 perencanaan beasiswa yang diselenggarakan oleh ICCR yang berasal dari bidang kerja sama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Ayush (Ilmu Kedokteran India).
Selain itu ada pula perencanaan beasiswa untuk Afgan Nationals, Beasiswa Afrika, beasiswa Mekong Gangga, beasiswa kerja sama, dan beasiswa keamanan belakang Bangladesh.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar I Gusti Bagus Mataram mengapresiasi niat baik dari “India Cultural Centre Bali” Ia mengatakan kebudayaan Bali dengan India memang ada kemiriban. Dengan menjalin kerja sama maka pihaknya berharap siswa-siswi di Kota Denpasar bisa belajar ke India.
Tidak hanya itu, kata Bagus Mataram, dengan terjalin kerja sama akan dapat menampilkan berbagai kesenian Bali di India, bahkan dengan rencana kerja sama adanya pertukaran guru untuk belajar Bahasa Indonesia maupun Bahasa India sebagai hal yang sangat baik.
“Ide baik ini akan kami sampaikan kepada Wali Kota Denpasar, semoga bisa terealisasi ke depannya,” kata Bagus Mataram.
Namun, hingga berita ini ditayangkan, proyek Pusat Kebudayaan India di Bali ini tidak menunjukan tanda-tanda akan dilanjutkan. (bp/gk)













