BALI, Balipolitika.com – Tragedi kecelakaan terjadi di Jembrana, tepatnya menyebabkan pengendara dan penumpang motor mengalami luka-luka.
Usai mereka menabrak tugu tengah jalan di Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Sabtu (29/11) malam.
Kecelakaan itu dugaan terjadi karena pengendara tak konsentrasi, serta dugaan ada pengaruh miras. Beruntungnya, kedua masih sadar namun menderita cedera kepala ringan (CKR) akibat benturan.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya jurusan Tegalcangkring- Delod Berawah di Banjar Dauh Marga, Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana sekitar pukul 21.09 Wita.
Bermula sepeda motor Satria FU DK 3425 WY yang I Gede Alok Cahyana (35) kendarai. Ia asal Desa Delod Berawah dan penumpangnya Pamuji (46) asal Desa Tukadaya Kecamatan Melaya bergerak dari utara menuju selatan.
Setibanya di TKP atau tugu di simpang tiga, atau terkenal bernama Patung Buaya dengan kondisi arus lalulintas sepi, pengendara motor dugaan kurang konsentrasi karena pengaruh alkohol sehingga tidak memperhatikan tugu di tengah jalan sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas.
Akibat kejadian tersebut, pengendara sepeda motor dalam kondisi sadar, mengalami CKR, robek pada dahi, serta luka pada pangkal hidung.
Sementara penumpangnya juga dalam kondisi sadar, menderita CKR, namun terdapat benjolan dan robek di dahi dan mata kiri lebam. Luka-luka tersebut usai sepeda motor menabrak tugu tengah jalan tersebut.
“Dua orang mengalami luka ringan. Dugaan terpengaruh alkohol sehingga tak konsentrasi dan menabrak tugu yang terletak di tengah jalan pada simpang tiga di TKP,” ungkap Kasat Lantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan.
Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak berkendara, ketika kondisi badan tidak begitu sehat, ngantuk, kelelahan, apalagi terpengaruh alkohol.
Hal tersebut bisa memicu kecelakaan lalulintas yang berakibat fatal bagi diri sendiri dan orang lain. “Selain itu perhatikan juga kondisi lalulintas ketika hendak menyeberang atau mendahului kendaraan lain untuk mencegah terjadinya lakalantas dengan fatalitas berat,” imbaunya. (BP/OKA)










