DENPASAR, Balipolitika.com- Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upakara Melaspas lan Mendem Pedagingan Bale Kulkul Balai Banjar Ceramcam, Desa Adat Kesiman, Kamis, 4 Desember 2025.
Turut hadir Panglingsir Puri Kesiman, Anak Agung Ngurah Gede Kusuma Wardana, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Marhaendra Jaya, Camat Denpasar Timur, Ketut Sri Karyawati, serta warga masyarakat banjar setempat yang sejak pagi memadati area persembahyangan.
Jaya Negara memberikan apresiasi atas semangat gotong-royong dan kebersamaan masyarakat dalam mendukung pembangunan di Balai Banjar Ceramcam.
Hal ini sesuai dengan Visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju dengan spirit Vasudhaiva Khutumbakam yang bermakna kita semua bersaudara.
Pihaknya mengatakan bahwa upacara melaspas serangkaian rampungnya bale kulkul ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, sehingga dapat menjadi momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai implementasi dari Tri Hita Karana.
“Dengan pelaksanaan upacara pemelaspasan ini mari kita tingkatkan rasa sradha bakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ujarnya.
Sementara itu, Kelihan Banjar Ceramcam, Ketut Puja mengatakan pelaksanaan renovasi dan pembangunan ini telah dimulai sejak September 2025.
Perbaikan yang dilaksanakan, yakni perbaikan Bale Kulkul Jero Luh dan Bale Kulkul krama Banjar Ceramcam.
Pada upacara turut dilaksanakan prosesi Mendem Pedagingan Mulang Dasar.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemkot Denpasar. Dan kami berharap dengan pelaksanaan upacara ini agar dapat terus mempertahankan tradisi, adat, dan budaya serta keharmonisan umat di Kota Denpasar, khususnya masyarakat kami di Banjar Ceramcam,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara juga menyalurkan bantuan dari Pemkot Denpasar sebesar Rp500.000.000 yang diterima masyarakat adat setempat. (bp/ken)













