DENPASAR, Balipolitika.com- Selain jenazah Nyoman Sari (60 tahun) asal Banjar Tagtag, Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara yang langsung dikenali karena tas kecil berisi kartu koperasi simpan pinjam atas nama korban, Tim Basarnas bersama unsur SAR lainnya juga dipastikan telah menemukan jenazah korban atas nama Ni Ketut Merta (61 tahun) pada Kamis, 11 September 2025.
Identifikasi korban Ni Ketut Merta disampaikan langsung oleh Kepala Lingkungan/Banjar Kertha Darma, Denpasar, Nyoman Budiarta dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler.
“Terima kasih tak terhingga kami ucapkan kepada seluruh tim penanganan bencana alam Kota Denpasar yang sudah bekerja sangat maksimal dalam penangan di lapangan. Astungkara setelah 2 hari, keluarga kami Ni Ketut Merta dapat terevakuasi dan teridentifikasi. Duka cita yang mendalam keluarga besar Banjar/Lingkungan Kertha Dharma atas berpulangnya Ibu Ni Ketut Merta korban bencana alam banjir Pasar Kumbasari pada 10 September 2025. Dumogi Amor Ing Achintya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ucap Nyoman Budiarta.
Sebelumnya diberitakan bahwa Pemerintah Provinsi Bali sebagai Status Tanggap Darurat, Rabu, 9 September pukul 22.00 Wita menyikapi bencana banjir yang melanda sebagian wilayah Bali pada Selasa hingga Rabu, 9-10 September 2025.
Hari ke-2 operasi SAR, upaya pencarian difokuskan di sepanjang titik awal kejadian hingga muara Waduk Tukad Badung.
Adapun area Pasar Badung Kumbasari sudah dicover oleh unsur SAR lainnya.
Pukul 07.59 Wita, tim SAR gabungan yang ada di lokasi menerima informasi dari nelayan setempat bahwa ada penemuan 2 jenazah di rawa-rawa muara Waduk Tukad Badung.
Tim langsung bergerak ke tempat penemuan. Ketika tim SAR melakukan evakuasi, kembali terlihat 1 jenazah dan tak lama berselang 1 jenazah lainnya ditemukan sekitar pukul 09.40 Wita.
“Keempat korban yang ditemukan adalah perempuan, selanjutnya dibawa ke RS Prof. Ngoerah menggunakan Ambulance Al Mandiri, Ambulance BPBD, dan Ambulance Namru untuk proses identifikasi,” jelas I Nyoman Sidakarya, selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongam Denpasar.
Pada salah satu jenazah tas kecil yang di dalamnya ditemukan kartu koperasi simpan pinjam atas nama Nyoman Sari.
Sementara itu jenazah lainnya tidak ditemukan barang-barang sebagai petunjuk identitasnya.
“Untuk identitasnya kami menunggu hasil dari RS Prof Ngoerah untuk menghindari informasi yang simpang siur,” terangnya.
Penyisiran sorti pertama dilakukan sekitar pukul 11.00 Wita menggunakan 5 unit kano milik nelayan setempat dengan jumlah personel 10 orang.
Arah pencarian menyisir rawa-rawa hingga perairan dekat Benoa di mana pukul 12.35 Wita tim SAR gabungan telah selesai melakukan penyisiran dengan hasil masih nihil. (bp/ken)










