KARANGASEM- balipolitika.com –Jumat (27/12) siang di Karangasem yang mulanya tenang berubah menjadi kelabu bagi sebuah keluarga. Di Lingkungan Segarakaton, Kelurahan Karangasem, seorang ibu yang sedang sibuk berkemas untuk mengajak anak-anaknya pulang ke Rendang, tak pernah menyangka bahwa izin bermain sang putra, NKRA (5), adalah percakapan terakhir mereka.
Sekitar pukul 14.00 Wita, keheningan pecah oleh teriakan histeris Rama, kakak korban. Ia menemukan adiknya sudah tak bernyawa, terjerat tali ayunan tanpa papan di halaman tetangga. Mahrif, pemilik rumah, hanya bisa terpaku saat keluar rumah; ia yang sedang makan di dalam tak menyadari maut sedang mengintai di halamannya. Kini, koper yang sudah rapi tak jadi berangkat, berganti dengan isak tangis di RSUD Karangasem.
Kapolsek Karangasem, Kompol I Nyoman Merta Kariana, dikonfirmasi (26/12) menyatakan pihaknya tak melakukan penyelidikan lebih lanjut. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap mayat korban. “Keluarga telah menerima dengan ihklas bahwa peristiwa tersebut adalah musibah,” ungkapnya. (yun)













