BADUNG, Balipolitika.com– Hijrah ke partai politik lain pasca memutuskan mundur dari pencalonan di Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Badung di Hotel Made, Sempidi, Badung, Rabu, 8 Oktober 2025 lalu, I Wayan Suyasa, S.H. mengucapkan terima kasih sekaligus mengapresiasi Partai Golkar yang membesarkan namanya bahkan memberikan rekomendasi sebagai Calon Bupati Badung di Pilkada Badung 2024.
Sebulan pasca Musda XI DPD Partai Golkar Badung, tepatnya pada Selasa, 18 November 2025, I Wayan Suyasa memutuskan pamit dari partai politik (parpol) yang membesarkan namanya 1 dekade terakhir.
Dikonfirmasi terkait surat pengunduran diri I Wayan Suyasa, Ketua DPD II Golkar Badung, Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra atau akrab disapa Turah Tut membenarkan telah menerima surat tersebut.
Surat bertulis tangan dan bermeterai 10.000 itu ditujukan kepada Ketua DPD Golkar Badung tertanggal 18 November 2025.
“Melalui surat ini, saya yang bertanda tangan di bawah ini, nama: I Wayan Suyasa, S.H., alamat: Banjar Blungbang, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung- Bali, nomor KTA: NPAPG 5103020602710007 dengan kerendahan hati yang paling dalam dan tidak ada unsur paksaan menyatakan dengan penuh kesadaran untuk mengundurkan diri dari Anggota Partai Golkar Badung. Demikianlah surat ini. Atas segala perhatian dan kerja samanya selama ini, saya ucapkan terima kasih,” tulis I Wayan Suyasa sebagaimana surat yang diterima DPD II Golkar Badung.
Merespons pamitnya I Wayan Suyasa dari Partai Golkar Badung, Turat Tut menegaskan tak ada masalah, khususnya antara dirinya dengan sosok Calon Bupati Badung di Pilkada 2024 itu.
“Tidak ada masalah apa-apa di Partai Golkar Badung. Bahkan ada kesempatan Beliau pimpin Partai Golkar Badung untuk kedua kalinya,” ucap Turah Tut ditemui di Calma Coffee Space, Jalan Gatot Subroto Barat No. 103, Badung.
Pindah ke partai politik (parpol) lain bahkan berstatus sebagai ketua, Turah Tut mengaku menghormati keputusan I Wayan Suyasa dan menilai keputusan tersebut merupakan hak politik pribadi.
“Beliau punya hak politik pribadi dalam rangka mencari yang dinilai lebih baik. Intinya, sama sekali tidak ada masalah. Pada saat di Musda Golkar Oktober 2025 lalu Beliau tidak mencalonkan diri, itu hak Beliau,” tegas Turah Tut.
Di sisi lain, I Wayan Suyasa mengucapkan terima kasih kepada partai politik, yakni Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBK) yang pernah membesarkan namanya.
Pernyataan itu disampaikan jelang ia dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (DPW PSI) Provinsi Bali serangkaian Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dan Pelantikan Pengurus DPW, DPD, serta DPC PSI se-Bali di The Trans Resort Bali, Badung, Sabtu, 24 Januari 2026.
“Saya adalah alumni dari organisasi partai politik di Golkar. Sebelumnya, tiang juga pernah di PNBK (Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia). Saya harus jelaskan. Karier politik di PNBK sebagai wakil rakyat 1 periode. Karena partainya tidak lolos parliamentary threshold (ambang batas parlemen, red), electoral threshold (ambang batas elektoral, red) waktu itu, partainya tidak bisa lagi ikut pemilu. Setelah itu, saya berkiprah di Golkar. Intinya saya diberikan kesempatan selaku wakil rakyat 2 periode di Golkar. Jabatan terakhir Wakil Ketua DPRD Badung dan saya juga diapresiasi bagian dari kader, figur, sebagai Ketua Golkar di Badung sebelumnya; (juga, red) sebagai calon kepala daerah bersama Pak Alit Yandinata walaupun hasilnya kalah. Alusin dik, tidak beruntung,” ujar I Wayan Suyasa atau akrab disapa WS kepada awak media.
Hijrah ke partai politik lain pasca memutuskan mundur dari pencalonan di Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Badung di Hotel Made, Sempidi, Badung, Rabu, 8 Oktober 2025 lalu, I Wayan Suyasa tak lupa mengucapkan terima kasih sekaligus mengapresiasi Partai Golkar yang membesarkan namanya bahkan memberikan rekomendasi sebagai Calon Bupati Badung di Pilkada Badung 2024.
“Tiang tetap bangga dan mengapresiasi di mana saya pernah dibesarkan, di Partai Golkar. Tiang harus apresiasi tinggi. Dalam artian, tiang tidak akan pernah melupakan hal-hal yang positif di organisasi sebelumnya,” beber I Wayan Suyasa.
I Wayan Suyasa juga menegaskan bahwa dirinya sudah resmi mengundurkan diri dari Partai Golkar terhitung sejak 18 November 2025.
“Saya mundur di Partai Golkar per tanggal 18 November 2025. Saya mengundurkan diri dengan itikad baik, dengan asas kekeluargaan karena saya diberikan mandat oleh PSI, DPP, untuk bergabung di PSI sehingga saya secara etika tentu harus memilih salah satu organisasi politik ke depannya,” ungkap I Wayan Suyasa. (bp/ken)










