BALI, Balipolitika.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali, memberikan klarifikasi terkait ramainya pemberitaan dan potongan video yang beredar di media sosial, mengenai pelantikan DPW Madas Nusantara Bali di Gedung PWI Bali pada 17 Mei 2026.
Kabid Ormas Kesbangpol Bali, Gede Adhi Tiana Putra, menjelaskan bahwa Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, tidak hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut. Sambutan merupakan sambutan tertulis yang terbaca oleh perwakilan Kesbangpol Bali.
Kesbangpol juga menegaskan, bahwa Madas Nusantara Bali telah melalui proses verifikasi administrasi dan faktual sesuai ketentuan yang berlaku, serta telah mengantongi Surat Tanda Melapor Ormas dari instansi terkait.
Selain itu, Kesbangpol menyebut Madas Nusantara Bali berbeda dengan organisasi yang sempat menjadi sorotan dalam kasus di Surabaya. Madas Nusantara Bali katanya memiliki keanggotaan yang terbuka dan bersifat plural.
Dalam kesempatan tersebut, Kesbangpol Bali mengaku telah memberikan peringatan dan teguran kepada Ketua DPW Madas Nusantara Bali, Abdullah Majid, agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan yang berpotensi menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Melalui klarifikasi ini, Kesbangpol Bali mengajak masyarakat untuk menyikapi informasi secara bijak, melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar, serta tidak mudah terpengaruh oleh potongan narasi yang belum tentu menggambarkan konteks secara utuh.
Pemerintah Provinsi Bali juga menegaskan pentingnya seluruh organisasi kemasyarakatan menghormati adat, budaya, dan kearifan lokal Bali sebagai bagian dari semangat menjaga keharmonisan dan persatuan di Pulau Dewata. (BP/OKA)










