TABANAN, Balipolitika.com– Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., memimpin sekaligus menjadi narasumber Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Semesta Berencana Kabupaten Tabanan Tahun 2027 di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana, Desa Adat Kota Tabanan, Selasa, 10 Februari 2026.
Usung tema “Hilirisasi dan Membangun Ekosistem Produk Unggulan”, hal ini merupakan upaya pemerintah daerah mengelola potensi dan menggerakkan seluruh sumber daya melalui penciptaan ekosistem bisnis yang terintegrasi, saling mendukung, dan berkelanjutan.
Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Semesta Berencana Kabupaten Tabanan Tahun 2027 merupakan forum strategis dalam merumuskan arah pembangunan daerah.
Seluruh pemangku kepentingan yang hadir diharapkan dapat memberikan masukan konstruktif guna mewujudkan visi dan misi pembangunan Kabupaten Tabanan.
Sanjaya dalam arahannya menyampaikan capaian pembangunan Kabupaten Tabanan hingga saat ini telah menunjukkan tren positif, baik dari sisi makro maupun pada bidang-bidang prioritas.
Pada bidang pangan, sandang, dan papan, Tabanan mampu menjaga ketahanan serta ketercukupan pangan, termasuk ketersediaan sandang dan papan bagi masyarakat.
“Di bidang kesehatan dan pendidikan, derajat kesehatan masyarakat terus meningkat dan kita mendorong terwujudnya sumber daya manusia yang unggul. Di bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan, angka kemiskinan termasuk kemiskinan ekstrem dan pengangguran juga terus menurun,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan pada bidang adat, agama, tradisi, dan budaya, keharmonisan serta kerukunan umat beragama tetap terjaga, disertai upaya perlindungan, pelestarian, dan pemajuan adat, tradisi, seni, dan budaya.
Kemudian pada sektor pariwisata, kualitas pariwisata Tabanan terus meningkat melalui penyediaan akomodasi yang terstandar, dengan pariwisata unggulan berbasis eko-tourism dan pertanian.
Sementara itu, di bidang infrastruktur dan lingkungan hidup, dikatakan Sanjaya kualitas infrastruktur serta penataan ruang terbuka hijau dan ruang publik juga semakin baik.
Terkait hilirisasi, Sanjaya mengajak seluruh peserta forum untuk aktif memberikan masukan agar produk-produk unggulan Tabanan mampu dikembangkan secara optimal dan berdaya saing di pasar yang lebih luas.
“Saya minta para konsultan publik, tokoh, dan semuanya, untuk memberikan masukan, sehingga betul-betul nanti produk hilirisasi memiliki nilai ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat,” pintanya.
Sanjaya mencontohkan potensi beras, kopi, dan salak di Tabanan tidak hanya bisa dijual sebagai produk mentah, namun dapat diolah menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah.
Sementara itu, dalam laporannya, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Ida Ayu Agung Windayani Kusumaharani menyampaikan pelaksanaan forum konsultasi publik ini bertujuan untuk menyerap aspirasi, saran, dan masukan dari para pemangku kepentingan, serta menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan publik guna penyempurnaan RKPD.
“Forum ini juga bertujuan menyelaraskan arah kebijakan dan prioritas pembangunan daerah sebagai pedoman Musrenbang RKPD di tingkat kecamatan, serta sebagai dasar penyempurnaan Rancangan Awal Rencana Kerja Perangkat Daerah,” jelasnya.
Acara itu turut dihadiri anggota Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda Tabanan, para Asisten dan Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, kepala instansi vertikal, perbankan, akademisi, pelaku usaha dan pariwisata, serta para undangan yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring (hybrid). (bp/ken)













