Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Sastra

  • PENGIYOK

    LELAKI berambut gondrong itu sering dipanggil pengiyok. Entah sejak kapan penamaan itu melekat pada dirinya. Kondisinya yang acak-acakan semakin mengesahkan…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Nanang Suryadi

    MUNGKIN ADA h.a Mungkin ada yang mengendap. Di suatu malam. Saat rimis tiba. Menjengukmu. Saat engkau tertidur. Dan kata-kata itu…

    Selengkapnya »
  • Peradaban Bunyi di Tugu Pendekar

    DI TENGAH zaman ketika ruang publik semakin sering dipenuhi hiruk-pikuk konsumsi dan hiburan instan, muncul sebuah pertanyaan yang jarang diajukan:…

    Selengkapnya »
  • Ketika Seniman Terlalu Serius terhadap Dirinya Sendiri

    BEBERAPA tahun terakhir saya mulai curiga bahwa sebagian dunia kesenian Indonesia mengalami gejala yang cukup mengkhawatirkan: terlalu serius terhadap dirinya…

    Selengkapnya »
  • Merantau Kedua

    TIGA TAHUN setelah aku berhenti kuliah di universitas, aku ke Jakarta. Kali ini bersama ibuku. Rencananya ibuku dengan saudara-saudaranya akan…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Abdul Turgenev

    wisma : kepada perempuan itu lewat tengah malam, keringat jatuh melingkari dadaku, suara kadang meringis malu malu, dingin dan panas…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Anton Muhajir

    aku bodoh maka aku bakar dengan senjata laras panjang menggantung di pinggang, lelaki berbaju loreng itu maju menantang. “diam, kalian.…

    Selengkapnya »
  • LELAKI YANG MEMINTAL BAYANGAN

    KOTA itu dipenuhi wajah-wajah yang lupa cara menatap. Orang-orang berjalan terburu-buru di trotoar, memegang telepon genggam seperti jimat kecil yang…

    Selengkapnya »
  • PASAR AI-DETECTOR 

    “Maaf, tulisan Anda terdeteksi 87 persen AI.” Kalimat itu jatuh di layar laptop seperti vonis sidang tilang futuristik. Seorang mahasiswa…

    Selengkapnya »
  • AI Tidak Pernah Menulis Lagu dan Novel 

    SETIAP ZAMAN melahirkan kecemasan baru. Ketika mesin ketik mulai menggantikan tulisan tangan, sebagian orang khawatir sastra akan kehilangan jiwanya. Ketika…

    Selengkapnya »
Back to top button

Konten dilindungi!