BALI, Balipolitika.com – Tak terasa sudah memasuki bulan Mei 2026, tentu saja umat Hindu di Bali akan menemui rahinan dan piodalan selama bulan ini berlangsung. Yuk simak, apa saja rahinan dan piodalan selama Mei 2026.
1 Mei Purnama Sasih Jiyestha
Purnama Sasih Jiyesta adalah hari suci umat Hindu yang jatuh pada bulan kesebelas dalam kalender Bali, yaitu saat bulan purnama.
Hari ini sebagai hari penyucian diri lahir dan batin, serta waktu yang tepat untuk memperdalam spiritualitas dan memohon anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Pada hari Purnama Sasih Jiyesta, umat Hindu biasanya melaksanakan persembahyangan bersama di pura atau tempat suci lainnya untuk memohon keselamatan, kesehatan, dan kebahagiaan.
Hari ini juga menjadi momen refleksi untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan. Dalam tradisi Hindu, Purnama Sasih Jiyesta juga terhubung dengan peringatan Waisak, yaitu hari lahir, pencerahan, dan wafatnya Buddha Gautama.
4 Mei Soma Umanis Tolu
Soma Umanis Tolu adalah hari ke-3 dalam kalender Jawa, di mana “Soma” berarti Senin dan “Umanis” adalah nama hari pasaran Jawa.
Dalam tradisi Jawa, setiap hari memiliki makna dan karakter tersendiri.”Soma Umanis Tolu” sebagai hari yang baik untuk melakukan kegiatan yang positif, seperti memulai usaha baru, berdoa, atau memperkuat hubungan dengan keluarga dan teman.
Hari ini juga membawa keberuntungan dan kemakmuran. Begitu juga dalam Hindu Bali, sebagai hari baik untuk beryadnya dan sembahyang.
13 Mei Buda Kliwon Gumbreg
Buda Kliwon Gumbreg adalah hari ke-35 dalam kalender Jawa, di mana “Buda” berarti Rabu dan “Kliwon” adalah nama hari pasaran Jawa.
Gumbreg sendiri berarti “bersih” atau “suci”.Hari ini sangat baik untuk melakukan ritual spiritual, membersihkan diri dari energi negatif, dan memulai hal-hal baru dengan niat yang bersih.
Banyak orang Jawa yang memilih hari ini untuk melakukan upacara adat, meditasi, atau berdoa untuk memohon perlindungan dan keberkahan.
16 Mei Tilem Sasih Jiyestha
Tilem Sasih Jiyesta adalah hari Tilem (bulan mati) pada bulan kesebelas dalam kalender Bali, yaitu Sasih Jiyesta.
Dalam tradisi Hindu Bali, Tilem sebagai waktu untuk melakukan ritual spiritual, memohon ampunan, dan membersihkan diri dari karma buruk.
Pada Tilem Sasih Jiyesta, umat Hindu biasanya melakukan persembahyangan, meditasi, dan melakukan upacara untuk menghormati leluhur dan dewa-dewa.
Hari ini sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat spiritualitas dan memohon perlindungan dari energi negatif.
23 Mei Tumpek Uduh
Tumpek Uduh adalah hari raya Hindu Bali yang jatuh setiap 210 hari sekali, yaitu pada wuku Wara Sungsang. “Tumpek” berarti “sempurna” atau “penuh”, sedangkan “Uduh” berarti “tanaman” atau “tumbuhan”.
Hari Tumpek Uduh adalah hari untuk menghormati dan memuliakan tumbuh-tumbuhan, terutama yang bermanfaat bagi manusia.
Umat Hindu Bali biasanya melakukan upacara, dengan memberikan sesajen dan doa kepada tumbuh-tumbuhan, sebagai ungkapan rasa syukur atas manfaat selama ini.
Tumpek Uduh juga menjadi momen untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan.
27 Mei Buda Cemeng Warigadean
Buda Cemeng Warigadean adalah hari baik dalam kalender Bali yang jatuh pada Rabu Kliwon, wuku Wariga.
“Buda” berarti Rabu, “Cemeng” berarti hitam, dan “Warigadean” adalah nama wuku. Hari ini baik untuk melakukan ritual spiritual, membersihkan diri, dan memulai hal-hal baru.
Umat Hindu Bali biasanya melakukan persembahyangan, meditasi, dan melakukan upacara untuk memohon perlindungan dan keberkahan.
Buda Cemeng Warigadean juga sebagai hari yang baik untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kesenian, kreativitas, dan kebudayaan.
28 Mei Kajeng Kliwon Enyitan
Kajeng Kliwon Enyitan adalah hari baik dalam kalender Bali yang jatuh setiap 15 hari sekali, yaitu pada hari Kajeng (Selasa) Kliwon.
“Kajeng” berarti Selasa, dan “Kliwon” adalah nama hari pasaran Bali. Hari ini sangat baik untuk melakukan ritual spiritual, membersihkan diri, dan memohon perlindungan dari energi negatif.
Umat Hindu Bali biasanya melakukan persembahyangan, meditasi, dan melakukan upacara untuk menghormati dewa-dewa dan leluhur.
Kajeng Kliwon Enyitan juga sebagai hari yang baik untuk memulai hal-hal baru, seperti bisnis, perjalanan, atau kegiatan lainnya.
31 Mei Purnama Sasih Sadha
Purnama Sasih Sada adalah hari suci umat Hindu yang jatuh pada bulan keenam dalam kalender Bali, yaitu Sasih Sada, saat bulan purnama.
Hari ini sebagai waktu yang tepat untuk melakukan ritual spiritual, memohon anugerah, dan memperkuat spiritualitas.
Pada Purnama Sasih Sada, umat Hindu biasanya melakukan persembahyangan bersama di pura atau tempat suci lainnya untuk memohon keselamatan, kesehatan, dan kebahagiaan. Hari ini juga menjadi momen refleksi untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan. (BP/OKA)










