Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Politik

Ujang Komarudin: Ahok ‘Amunisi’ Ganjar-Mahfud Bombardir Prabowo-Gibran

Tidak Akan Menggerus Elektabilitas Paslon 02

AMUNISI SERANGAN PDIP: Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, menilai Ahok menjadi salah satu amunisi PDIP, dari Ganjar-Mahfud untuk menyerang Prabowo-Gibran.

 

 

JAKARTA, Balipolitika.com- Kemunculan mantan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat masa kampanye Pemilu 2024 merupakan ‘amunisi’ dari PDIP untuk menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, menilai Ahok sejak mundur dari Komisaris Utama Pertamina langsung turun mengkampanyekan pasangan calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di Pilpres 2024.

Pada kampanye yang dijalaninya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengeluarkan beberapa pernyataan kontroversial yang salah satunya menyebut Gibran tak bisa bekerja.

“Kelihatannya (memang) menjadi salah satu amunisi PDIP, dari Ganjar-Mahfud untuk menyerang Prabowo-Gibran,” kata Ujang dalam keterangannya, Jumat 9 Februari 2024.

Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini mengatakan Ahok merupakan kader PDIP yang siap memenangkan pasangan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024.

“Saya lihat dia ada di PDIP, karena dia kader PDIP. Dan suka tidak suka, senang tidak senang harus mendukung Ganjar-Mahfud kan di situ,” ucapnya.

Kendati meyakini Ahok menjadi penyerang untuk PDIP, Ujang melihat pernyataan-pernyataan tersebut tidak akan menggerus elektabilitas Prabowo-Gibran.

“Jadi, kayanya dari senjata menjadi amunisi Ganjar-Mahfud untuk menyerang Prabowo-Gibran terus menyerang Jokowi,” tuturnya.

“Jadi kembali kepada serangan Ahok apakah nanti akan berpindah pemilih suara dari Prabowo ke Ganjar? Enggak. Karena saat ini, masyarakat sudah memiliki pilihan masing-masing termasuk pilihan memilih Prabowo-Gibran,” demikian Ujang.(bp/luc) 

Berita Terkait

Back to top button

Konten dilindungi!