Balipolitika.com- Nilai tukar mata uang dolar Singapura terus menunjukkan keperkasaannya terhadap rupiah. Berdasarkan pergerakan pasar valuta asing, mata uang Negeri Merlion tersebut mencatat penguatan signifikan. Lonjakan tajam ini terjadi pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat malam, 29/05/2026.
Nilai tukar dolar Singapura terhadap rupiah ditutup menguat pada level 13.997,03 pada akhir perdagangan. Mata uang kuat di kawasan Asia Tenggara tersebut mengalami kenaikan sebesar 60,67 poin. Angka pertumbuhan nilai instrumen finansial asing ini setara dengan apresiasi harian sebesar 0,44%.
Nilai pembukaan transaksi valuta asing pada perdagangan pagi hari dimulai dari level 13.936,91. Laju pergerakan fluktuasi harga komoditas mata uang ini bergerak sangat dinamis sepanjang hari. Kurs dolar Singapura bahkan sempat melesat tajam hingga menyentuh level tertinggi 14.018,44.
Sesi perdagangan mencatat nilai terendah harian mata uang asing tersebut berada pada level 13.923,26. Posisi rekor tertinggi ini sekaligus mencerminkan batas atas rentang perdagangan selama 52 minggu terakhir. Kombinasi data historis memperlihatkan konsistensi penguatan dolar Singapura dalam satu bulan terakhir.
Nilai tukar tersebut melaju konstan sejak akhir April yang masih berada pada level 13.597,81. Tren kenaikan kumulatif ini dipicu oleh kokohnya fondasi ekonomi domestik otoritas moneter Singapura. Nilai mata uang asing ini sempat melonjak tajam sebesar 1,20% pada perdagangan tanggal 18/05/2026.
Rupiah terus mengalami tekanan hebat akibat perpindahan modal investor menuju pasar regional Singapura. Para pelaku usaha cenderung mengamankan aset likuid ke dalam bentuk mata uang asing yang lebih stabil. Pergerakan pasar menunjukkan nilai tukar rupiah hanya sempat menguat tipis sebesar 0,20% pada 20/05/2026.
Faktor tingginya minat transaksi luar negeri menjadi stimulus utama penguatan mata uang asing tersebut. Volatilitas nilai tukar yang terjaga membuat dolar Singapura terus menjadi primadona bagi kalangan investor. Manajemen moneter yang disiplin membuat posisi finansial negara jiran tersebut selalu unggul di Asia Tenggara. (BP/CHA).













