BADUNG, Balipolitika.com– Tidak ada I Kadek Arimbawa alias Lolak saat Dr. (H.C.) H. Oesman Sapta Odang Dt. Bandaro Sutan Nan Kayo datang langsung ke Provinsi Bali khusus untuk menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-4 Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Senin, 11 Agustus 2025.
Banyak pihak bertanya-tanya ke mana perginya Lolak saat OSO- sapaan akrab pengusaha dan politisi Indonesia yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI periode 1999-2004 membuka Musda ke-4 Hanura Bali bertema “Nangun Sat Kerthi Loka Bali Menuju Daerah Berdaya dan Indonesia Sejahtera” di The Trans Resort Seminyak, Kuta, Badung.
Lebih-lebih dalam pembukaan Musda IV Hanura Bali itu hadir langsung Gubernur Bali, Wayan Koster, Bupati Klungkung, Made Satria, dan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna yang di Pilkada Serentak 2024 lalu diusung oleh Partai Hanura.
Sederet Pengurus DPP Hanura juga hadir, namun tidak demikian halnya dengan mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) sekaligus anggota DPD RI masa bakti 2009-2014 dan 2014-2019 yang menahkodai DPD Partai Hanura Bali setelah terpilih secara aklamasi pada melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) DPD Partai Hanura Bali, Sabtu, 12 Oktober 2019 silam.
Usut punya usut, Lolak ternyata Lolak terdepak sekitar sebulan sebelum Musda ke-4 Hanura Bali digelar digantikan oleh Akhmad Muqowam yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Hanura Bali.
Penunjukan itu tertuang dalam Surat Keputusan Nomor: SKEP/018/DPP-P.HANURA/VII/2025 yang diteken Ketua Umum Oesman Sapta dan Sekjen Benny Rhamdani pada Selasa, 8 Juli 2025 di Jakarta.
Penunjukan Plt ini dilakukan untuk mempersiapkan dan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Hanura Bali, sekaligus merespons kondisi dualisme kepemimpinan yang dilaporkan ke DPP.
“Penunjukan Plt Ketua DPD Hanura Bali adalah bagian dari revitalisasi dan reorganisasi untuk memastikan kesiapan menghadapi tahapan Pemilu 2029,” bunyi salah satu pertimbangan dalam surat keputusan tersebut.
DPP Hanura sebelumnya menerima laporan resmi dari Tim Komunikasi dan Koordinasi DPP tentang kondisi internal Hanura Bali, termasuk ketegangan antara pengurus DPD, DPC kabupaten/kota, serta organisasi sayap seperti Srikandi dan Lasmura.
Laporan tersebut mencatat perlunya segera menunjuk Plt untuk memulihkan soliditas partai dan menyiapkan Musda IV Hanura Bali.
Akhmad Muqowam yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Bidang OKK DPP Partai Hanura, ditugasi memimpin DPD Hanura Bali hingga terbentuk kepengurusan baru hasil Musda.
SK tersebut juga menegaskan bahwa struktur pengurus DPD Hanura Bali lainnya tetap berlaku kecuali posisi Ketua yang sebelumnya dipegang I Kadek Arimbawa.
“SK Pelaksana Tugas ini berlaku sampai terbentuknya kepengurusan DPD Hanura Bali hasil Musda. Jika di kemudian hari terdapat kekeliruan, keputusan akan diperbaiki sebagaimana mestinya,” demikian tertulis dalam keputusan tersebut.
Keputusan DPP juga merujuk pada berbagai regulasi kepartaian dan pemilu, termasuk Undang-Undang Partai Politik, UU Pemilu, serta peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait verifikasi partai politik peserta Pemilu 2029.
Ketua DPC Partai Hanura Buleleng, Gde Wisnaya Wisna, menyambut baik keputusan DPP tersebut.
Ia menilai langkah itu penting untuk mengakhiri ketegangan internal sekaligus menyiapkan regenerasi kepemimpinan.
“Penunjukan ini merupakan langkah strategis dari DPP dalam rangka menata kembali konsolidasi internal partai, khususnya di wilayah Bali, serta memastikan kelancaran pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, sosok Plt Ketua yang ditunjuk memiliki kapasitas, integritas, dan pengalaman yang memadai untuk memimpin proses transisi kepengurusan.
“Dalam beberapa minggu terakhir ini, realitas politik dan dinamika internal partai menunjukkan adanya kebutuhan untuk penyegaran kepemimpinan demi menjamin efektivitas organisasi dan loyalitas terhadap garis kebijakan partai,” tegas Wisnaya.
Ia juga mengajak semua kader dan simpatisan Partai Hanura di Bali untuk menyambut keputusan ini dengan sikap dewasa.
“Kami berharap seluruh jajaran pengurus, kader, dan simpatisan Partai Hanura di Bali dapat bersikap dewasa, legawa, dan tetap menjunjung tinggi semangat korsa serta soliditas partai dalam menyikapi keputusan ini. Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik awal perbaikan menyeluruh demi kejayaan Partai Hanura di masa mendatang,” tandasnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris DPC Partai Hanura Karangasem, I Nyoman Ginantra Artana.
Ia menilai penunjukan Plt Ketua DPD Hanura Bali oleh DPP adalah bentuk respons nyata terhadap aspirasi yang berkembang di tingkat akar rumput.
DPP Hanura ungkapnya mendengar suara mayoritas pengurus DPC dan organisasi sayap yang sudah menyampaikan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan sebelumnya.
Diketahui, penunjukan Akhmad Muqowam sebagai Plt Ketua DPD Hanura Bali dilakukan menyusul gejolak internal di tubuh Hanura Bali.
Sebelumnya, sejumlah pengurus DPC, anggota fraksi DPRD kabupaten/kota, serta organisasi sayap Lasmura dan Srikandi secara terbuka menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan I Kadek Arimbawa.
Salah satu faktor yang memicu mosi tidak percaya adalah anjloknya perolehan kursi Hanura di Bali pada Pemilu 2024, dari 16 kursi menjadi hanya 5–6 kursi.
Selain itu, komunikasi internal dinilai kurang efektif, sejumlah DPC dilaporkan vakum tanpa perhatian, dan tidak ada evaluasi serius pasca pemilu. (bp/ken)













