BALI, Balipolitika.com – Jenazah Made PM mengambang di perairan Balangan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung pada Minggu (13/7). Made PM berasal dari Lingkungan Jasri Kaler, Kelurahan Subagan, Kabupaten Karangasem.
Pihak keluarga mengaku kaget, setelah mendapatkan kabar kematian pemuda tersebut. Terlebih ada kejanggalan dari kematiannya, yakni sepeda motor dan handphonenya belum alias raib.
Kepala Lingkungan Jasri, Kaler I Wayan Sidra mengatakan, keluarga korban mendapatkan kabar kematian Made PM pada Minggu (13/7) sore.
“Kemarin keluarga sempat ke Denpasar, keluarga sangat merasa kehilangan. Sekarang keluarga masih di rumah duka,” ujar Sidra yang masih berkerabat dengan Made PM, Senin (14/7).
Sidra yang juga masih kerabat dengan Made PM mengatakan, pihak keluarga menemukan keganjilan dari kematian itu.
Tidak hanya kematiannya yang mengambang di laut saat pagi hari. Juga sampai saat ini sepeda motor dan handphone milik Made PM masih belum ketemu.
Keluarga mencurigai Made PM menjadi korban aksi kriminal. “Dari keluarga masih mencurigai, apa istilahnya menjadi korban begal atah bagaimana? Ini masih menjadi tanda tanya, karena sepeda motor dan handphone-nya belum ditemukan,” ungkap Sidra.
Menurutnya saat ini, jenazah belum pulang ke rumah duka, karena masih perlu untuk kepentingan penyelidikan pihak kepolisian.
Ia berharap polisi dapat mengungkap kebenaran, apa yang sebenarnya terjadi pada Made PM hingga meninggal mengapung di laut.
Apakah murni meninggal karena terseret arus dan tenggelam, ataukah menjadi korban kriminalitas?
“Kami tentu berharap polisi dapat mengungkap kebenarannya,” harapnya. Penemuan mayat mengambang di perairan Pantai Balangan, Kuta Selatan viral di media sosial.
Peristiwa penemuan mayat tersebut terjadi pada Minggu (13/7) sekitar pukul 13.00 WITA. Mayat tersebut kemudian terevakuasi dan identifikasi di RSUP Prof Ngoerah Denpasar.
Kejadian ini membuat keluarga dan kerabat sangat terpukul dan merasa lehilangan. Di mata keluarganya, Made PM selama ini terkenal sosok yang sangat kalem dam tidak pernah membuat masalah.
Sidra mengatakan, Made PM masih tranning di wilayah Badung. “Ia tinggal sendiri di Badung, sementara keluarganya di kampung. Ia masih tranning,” ungkap Sidra.
Menurutnya Made PM merupakan sosok pemuda yang sangat kalem dan jarang keluar rumah. Ia juga menyebut Made PM tidak pernah membuat masalah.
“Badannya kecil, tidak pernah membuat masalah. Kejadian ini masih menjadi tanda tanya keluarga, karena sepeda motor dan handphonenya belum ketemu,” ungkapnya.
Sementara hingga Senin (14/7) sore, jenazah Made PM menurutnya masih di RSUP Prof Ngoerah. Rencananya pihak keluarga akan melakukan upacara mekinsan ring gni untuk jenazah Made PM, pada Rabu (15/7).
“Kami pihak keluarga sangat merasa kehilangan. Semoga kepolisian bisa mengungkap kejadian sebenarnya,” harapnya. (BP/OKA)












