KISRUH: (Kiri) Cuplikan video Manajer PLN UP3 Bali Utara, Elashinta, himbauan jarak aman pemasangan Penjor Galungan yang dihujani kritik warganet. (Kolase: Gung Kris)
DENPASAR, Balipolitika.com – Pasca viral nya video himbauan jarak aman pemasangan Penjor jelang hari raya sakral Galungan oleh Manajer PLN UP3 Bali Utara, Elashinta, banyak warganet (netizen) nampak meramaikan kolom komentar di beranda salah satu akun Sosial Media (sosmed) Facebook, nampak memberikan kritik pedas terhadap pimpinan PLN Bali Utara tersebut soal video himbauan yang ramai jadi perbincangan warganet Bali sore ini, Kamis, 13 November 2025.
Salah satu komentar yang menarik perhatian penulis, dilontarkan pemilik akun FB Ida Ayu Suastini dalam unggahan video himbauan jarak aman pemasangan Penjor, meminta PLN untuk mencabut tiang listrik selama perayaan hari raya sakral Galungan lan Kuningan di Bali, menuai reaksi berupa like oleh warganet lainnya yang membaca kolom komentar di unggah tersebut.
“Cabut dulu tiang listriknya, soalnya umat Hindu di Bali mau pasang Penjor. Nanti, setelah usai (Galungan lan Kuningan, red) Penjor diturunkan, baru tiang listriknya pasang lagi. Jeleme ngendah pasti sing nawang Penjor. Malunan ken ade listrik, sudah tau 6 bulan sekali di Bali ada hari raya sakral,” tulisnya di kolom komentar.
Tak hanya itu, himbauan soal jarak aman 2,5 meter dari tiang listrik milik PLN juga di kritisi pemilik akun FB Wayan Arta, dengan komentar cerdas ia meminta PLN untuk instrospeksi diri dan mengubah pola pikir yang analog di jaman serba digital saat ini.
“Sudah saatnya PLN berpikir maju untuk mengubah pola pikir lama, dari kabel di atas jadi kabel yang ditanam. Biar ga ada lagi tiang-tiang yang menggangu budaya (penampahan, masang Penjor, red) Bali yang ada sudah sejak lama sebelum PLN ada,” singkatnya.
Usut punya usut, kritik pedas warganet di sosmed itu dipicu video soal himbauan pemasangan Penjor agar tidak mengganggu kabel arus listrik, bermaksud agar masyarakat juga berhati-hati ketika memasang penjor karena bahaya tegangan tinggi arus listrik.
“Kalau bisa 3 meter. Itu lebih baik, jarak amannya minimal 2,5 meter. Semua arah. Kanan, kiri, atas, bawah,” ungkap Manajer PLN UP3 Bali Utara, Elashinta.
Selain warganet, kritik juga dilontarkan dua Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Niluh Djelantik dan Arya Wedakarna, lewat akun Sosmed mereka masing-masing. (bp/gk)













