JEMBRANA, Balipolitika.com- Kondisi lalu lintas menuju dermaga penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk mulai menunjukkan tren penurunan kepadatan yang sangat signifikan. Antrean panjang kendaraan yang sebelumnya mencapai belasan kilometer kini sudah terlihat mulai terurai sejak pukul 10.00 WITA. Otoritas pelabuhan mencatat penurunan volume kendaraan ini terjadi setelah puncak arus mudik terlewati pada Selasa malam kemarin.
“Kami memantau pergerakan kendaraan yang masuk ke area pelabuhan kini sudah jauh lebih lancar dibandingkan dini hari tadi,” ujar seorang petugas pengatur lalu lintas di lokasi, Rabu, 18 Maret 2026.
Masyarakat memilih waktu keberangkatan pada siang hari guna menghindari kemacetan parah yang sempat terjadi sejak Selasa malam. Penumpukan kendaraan kini hanya tersisa di dalam kantong parkir area pelabuhan serta sepanjang dua ratus meter jalan raya. Para pemudik tampak lebih santai karena proses pemuatan kendaraan ke dalam kapal ferry berlangsung dengan durasi singkat.
“Saya sengaja berangkat dari Denpasar pagi hari karena memprediksi kemacetan akan mulai berkurang menjelang tengah hari,” kata Anton Budianto, pemudik asal Jember kepada Balipolitika.com.
Anton memboyong anak serta istrinya pulang ke Jawa Timur untuk merayakan hari kemenangan Idul Fitri bersama keluarga besar. Ia memperhitungkan potensi hambatan perjalanan jika berangkat terlalu sore karena banyaknya aktivitas warga lokal yang mempersiapkan lebaran. Keputusan tersebut terbukti tepat karena ia tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam terjebak dalam barisan antrean panjang kendaraan.
“Prediksi saya benar karena rute perjalanan menuju pelabuhan sangat lancar tanpa ada kendala penumpukan arus kendaraan,” tutur Anton menjelaskan.
Petugas kepolisian tetap berjaga di setiap persimpangan jalan guna memastikan kelancaran arus menuju Pelabuhan Gilimanuk hingga sore nanti. Pihak pengelola pelabuhan tetap mengoperasikan seluruh armada kapal secara maksimal demi menjaga ritme pemuatan penumpang agar tetap stabil. Skema rekayasa lalu lintas tetap disiapkan oleh aparat gabungan untuk mengantisipasi adanya lonjakan kendaraan yang datang secara mendadak.
“Manajemen pelabuhan terus menyiagakan seluruh personel agar proses bongkar muat kapal ferry berjalan dengan sangat cepat,” kata seorang operator dermaga.
Para pemudik yang hendak menyeberang dihimbau untuk tetap menjaga stamina fisik selama menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman. Keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama bagi seluruh pengguna jasa transportasi laut selama masa angkutan lebaran tahun ini. Keberhasilan penguraian kepadatan ini menjadi sinyal positif bagi kelancaran mobilitas warga yang merayakan Idul Fitri di luar pulau.
“Saya merasa sangat bersyukur karena sudah berhasil masuk ke dalam kapal tanpa harus mengantre lama sekali,” pungkas Anton. (BP/CHA).











