BALI, Balipolitika.com – Jalur tengkorak jurusan Denpasar-Gilimanuk kembali makan korban jiwa. Pada Selasa, 4 November 2025 2 pemuda meninggal dunia usai menghantam bak samping truk dari jalur lawan.
Kejadiannya tengah malam, saat kedua pemuda Warfa Ekasari Melaya itu melaju di jalur tengkorak. Keduanya pun mengalami cedera kepala berat (CKB).
Kecelakaan ini melibatkan satu motor Astrea tanpa tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) dengan truk nomor polisi P 8026 UY.
Bermula pengendara sepeda motor bernama Alexander Fandrianus Paga (20) membonceng kawannya Anysius Gede Indrawan (20) bergerak dari arah timur ke barat atau arah Denpasar menuju Gilimanuk.
Setibanya di TKP yang kondisinya gelap, karena tanpa lampu penerang jalan dengan medan jalan menanjak landai, sepeda motor justru oleng ke kanan dan masuk jalur kanan atau jalur lawan. Saat bersamaan, datang truk yang Amin Toha (53) kemudikan tapi bergerak di jalurnya.
Karena jarak yang begitu dekat, sepeda motor menghantam truk di jalur kanan. Keduanya terhempas usai menghantam bagian bak samping truk dan terjatuh. Pengendara dan penumpang sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian.
Pengendara menderita CKB, patah pada paha kanan, luka lecet di tangan kanan, dan kaki kanan. Sementara penumpangnya juga menderita CKB, luka lecet pada badan, tangan kiri, tangan kanan, kaki kanan dan pada kaki kiri.
“Nggih, dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian akibat lakalantas tersebut,” tegas Kasat Lantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan.
Dia menyebutkan, sesuai keterangan saksi serta hasil olah TKP, kedua orang di atas sepeda motor tak menggunakan helm saat berkendaraan. Mereka rencananya hendak membeli makanan. “Keduanya tidak mengenakan helm dan menderita CKB,” ungkapnya.
Pihaknya mengimbau agar seluruh pengendara, tetap memperhatikan situasi lalulintas ketika berkendara. Terlebih di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk yang notabene jalur nasional yang dikenal padat dan kerap dijuluki jalur tengkorak. (BP/OKA)










