Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Puisi

  • Puisi

    Puisi-Puisi Pitrus Puspito

    Perempuan Dengan Luka di Dadanya Dia menunggu. Dia akan merayakan kerinduan tanpa mengundang seorang pun. Dia juga telah mengusir binatang…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Puisi-Puisi Yuditeha

    Sepiring Babi Guling dan Seorang Turis di Ubud di antara aroma serai dan minyak kelapa seorang pria dari kopenhagen menatap…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Puisi-Puisi Yana Risdiana

    Bandeng Terakhir Tambak itu memucat. Para pemburu daratan berkubang keringat dan luapan kuasa. Sibuk mematok sebuah batas. Seekor bandeng jantan…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Puisi-Puisi Sultan Musa

    POHON, JIWA-JIWA KEHIDUPAN suatu hari nanti, saat kau kembali menjadi sebentuk pohon lalu bercengkerama bersama burung membahagiakan setiap hari lalu,…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Puisi-Puisi Rido Caroko

    Sakit Yang Susah Diobati Aku dalam tubuhmu Tidak lain adalah trombisit naik-turun Setelah kamu dengan sengaja melanggar Nasehat kawan sekampung…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Puisi-Puisi Emi Suy

    Sungai Jawar Mengalir di Dada Ibu Setiap pagi, ibu menuruni dunia dengan kendil di tangan dan cucian di punggung. Sungai…

    Selengkapnya »
  • Puisi

    Puisi-Puisi Armen Setiaji Untung

    BERKEBUN Pagi itu aku mencangkul halaman belakang rumah yang katanya dulu bekas kuburan atau tempat orang menyembunyikan rindu. Tanahnya diam…

    Selengkapnya »
  • Puisi

    Puisi-Puisi Yoseph Karol Wawo Kelen

    Jika Ingin Melukis Puisi   Jika kau ingin melukis puisi Di garis-garis dahimu, maka Pergilah ke kedai kopi, temukanlah kata…

    Selengkapnya »
  • Puisi

    Parade Puisi Kayraalva, Sri Nuryani, Zhee Lalune

    KAYRAALVA   Melodi Indah Ia datang dengan langkah tenang, seperti piano yang mengalunkan nada ringan, membelai hati yang lelah dengan…

    Selengkapnya »
  • Sastra

    Puisi-Puisi Eddy Pranata PNP

    Usia Mawar Tak ada yang disangsikan; mawar tumbuh. Duri-duri kian kuat dan tajam. Ranting-ranting melahirkan daun. Ujung ranting kuncup-kuncup. Empat…

    Selengkapnya »
Back to top button

Konten dilindungi!