Puisi-Puisi Ahmad Rizki
-
Sastra
Puisi-Puisi Ahmad Rizki
nyeri pinggang dini hari tak lelo lelo ledung bulan sirna, udara mendung nyeri pinggang cepat kaupulang sebelum matahari kembali menggonggong…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi Ahmad Rizki
Duh, Mutia laki-laki dan perempuan adalah dua kabut yang berkabung dalam bahasa: sunyi yang berdesakan di halte bus kota sebuah…
Selengkapnya »

