MANCHESTER, Balipolitika.com- Manajemen klub raksasa Manchester City kini menghadapi ujian berat menjelang pergantian musim kompetisi. Sejumlah laporan media Inggris mengabarkan rencana kepergian pelatih utama mereka dari Etihad Stadium. Spekulasi mengenai masa depan Pep Guardiola pun langsung memanas di kalangan pencinta sepak bola dunia.
Arsitek lapangan hijau berusia 55 tahun itu rupanya memiliki ketertarikan lama yang belum terwujud. Pria asal Catalan ini ingin merasakan atmosfer kompetisi internasional dengan menukarkan perannya menjadi pelatih tim nasional. Ambisi besar tersebut menjadi tantangan baru yang belum pernah ia rasakan sepanjang karier kepelatihannya.
Eks nakhoda FC Barcelona ini juga memiliki opsi lain selain memegang kendali tim nasional. Guardiola berpotensi besar mengambil masa jeda atau istirahat panjang dari hiruk-pikuk industri sepak bola modern. Langkah serupa pernah ia lakukan secara sukses sewaktu memutuskan pergi dari kompetisi Liga Spanyol beberapa tahun silam.
Kala itu sang pelatih memilih beristirahat secara total di Amerika Serikat demi menyegarkan pikiran. Jeda panjang tersebut akhirnya selesai ketika ia menerima pinangan resmi dari raksasa Jerman FC Bayern Munich. Reputasi mentereng dan koleksi trofi melimpah membuat sang pria Catalan selalu menjadi komoditas panas.
Hampir semua klub elite Eropa dipastikan bakal membuka pintu lebar-lebar bagi kehadiran dirinya kelak. Berbagai tawaran menarik berpotensi datang dari klub-klub papan atas Liga Spanyol hingga klub kaya Liga Italia. Namun bagi banyak pengamat olahraga, warisan terbesar sang pelatih bukan sekadar hitungan jumlah trofi juara.
Pendekatan taktik operan pendek dari kaki ke kaki telah mengubah wajah permainan sepak bola modern. Metode membangun serangan secara rapi dari lini belakang kini menjadi pola umum bagi banyak tim. Pengaruh besar Guardiola bahkan mengalir sangat kuat dari level elite hingga kompetisi akar rumput.
Banyak peracik strategi berusia muda meniru secara detail pendekatan taktik dari mantan kapten Barcelona itu. Fakta tersebut menempatkan dirinya sebagai salah satu inovator terbesar dalam sejarah panjang sepak bola modern. Ke mana pun ia berlabuh nanti, jejak pengaruhnya dipastikan tetap hidup dalam lapangan hijau. (BP/CHA).













