TABANAN, Balipolitika.com- Lapas Tabanan siapkan rontgen dada untuk melakukan skrining TBC kepada warga binaam. Tim Kemenkes langsung memantau skrining TBC tersebut.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Dinas Kesehatan Provinsi Bali melakukan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tabanan untuk meninjau persiapan program kesehatan. Kunjungan dari Kemenkes dan Dinkes ini bertujuan memastikan pelaksanaan kegiatan skrining Tuberkulosis berjalan lancar dan optimal. Pemerintah menunjukkan keseriusan penuh Cegah Penularan TBC di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan.
“Kami telah menjalankan penyuluhan serta skrining TBC awal kepada semua Warga Binaan sebelum program besar ini dimulai,” ungkap Dokter Lapas, Luh Putu Tresnadewi, di Lapas Tabanan, hari Rabu (8/10).
Pemerintah Menjamin Pelaksanaan Sesuai SOP
Tim Medis Lapas Tabanan memaparkan berbagai persiapan teknis yang sudah mereka lakukan demi menjamin kegiatan berjalan efisien dan aman. Pelaksanaan program Skrining TBC di Lapas dengan intervensi rontgen dada tersebut akan dipusatkan di ruang serbaguna Aula Candra Prabhawa. Kegiatan krusial ini dijadwalkan akan terlaksana secara serentak bagi seluruh Warga Binaan Lapas pada tanggal 15 Oktober.
“Kami memberikan komitmen dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan kesehatan ini supaya terlaksana dengan baik,” kata Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menyambut baik inisiatif pemerintah pusat.
Apresiasi Tinggi Terhadap Kesiapan Lapas
Perwakilan Tim TB-ISPA Kemenkes dan Dinkes, dr. Galuh Budi Caksono, menyampaikan apresiasi mendalam atas persiapan matang yang ditunjukkan oleh Lapas. Program Skrining TBC di Lapas menjadi instrumen penting mendeteksi dini potensi kasus TBC agar penanganan dapat dilakukan secara cepat. Pelaksanaan skrining ini merupakan perwujudan nyata pemenuhan hak-hak dasar Warga Binaan, khususnya dalam aspek kesehatan.
“Kami melihat antusiasme serta kesiapan operasional sangat baik dari semua pihak Lapas yang berpartisipasi,” ujarnya memberikan pujian terhadap kerja keras petugas Lapas dan Tim Medis Lapas.
Deteksi Dini Kunci Cegah Penularan TBC
Kegiatan peninjauan ini diharapkan mampu menghasilkan pelaksanaan Skrining TBC di Lapas yang efektif sebagai langkah nyata menanggulangi penyakit menular. Deteksi cepat melalui rontgen dada sangat penting untuk Cegah Penularan TBC secara masif dan mengurangi risiko penyebaran penyakit mematikan itu. Kolaborasi kuat antara Kemenkes dan Dinkes dengan Lapas Tabanan membuktikan kepedulian negara terhadap seluruh warga binaan. Inisiatif kesehatan ini menjadi model penting bagi seluruh Lapas di Indonesia. (BP/CHA).













