DENPASAR, Balipolitika.com- Berdiri sejak abad ke-18 Masehi, Puri Agung Jro Kuta hingga kini masih tampak kokoh dan menjadi satu di antara bangunan bersejarah di Kota Denpasar.
Puri Agung Jro Kuta didirikan oleh Dewa Gede Jambe Badung setelah Abiseka sebagai pejejengan Puri di mana Beliau bergelar Kyai Agung Gede Jro Kuta Kahuningan.
Letaknya yang berada di Jalan Soetomo No 38 Denpasar, Bali, dapat ditempuh dalam jarak satu kilometer dari pusat kota Denpasar.
Saat ini, Puri yang dihuni delapan unit Kepala Keluarga yang merupakan keturunan langsung dari Raja, ini menjadi destinasi city tour yang dicanangkan Pemerintah Kota Denpasar.
Keluarga Puri Agung Jro Kuta merupakan keturunan langsung Puri Klungkung, yakni Dewa Agung Kusamba yang merupakan Raja Klungkung.
Pada bulan September 2025, Puri Agung Jro Kuta menggelar upacara suci Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Tawur Balik Sumpah Utama.
Sehubungan dengan pelaksanaan upacara tersebut, Penglingsir Puri Agung Jro Kuta, Denpasar, Bali, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya (Turah Joko) memohon permakluman masyarakat pengguna jalan yang melintasi Jalan Sutomo Denpasar, Jumat, 26 September 2025 Pukul 09.00 Wita sampai selesai.
“Sehubungan dengan pelaksanaan Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Tawur Balik Sumpah Utama ring Puri Agung Jro Kuta, Denpasar dilakukan pengalihan arus lalu lintas Jalan Sutomo Denpasar, Jumat, 26 September 2025 Pukul 09.00 Wita sampai selesai. Dimohon kepada pengendara untuk mencari jalur alternatif. Mohon perhatian dan permaklumannya,” ucap Penglingsir Puri Agung Jro Kuta, Denpasar, Bali, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya (Turah Joko). (bp/ken)













