DENPASAR, Balipolitika.com– Usung tema “Golkar Solid, Indonesia Maju” dan tagline “Suara Rakyat, Suara Golkar”, rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golongan Karya (Golkar) dijabarkan di Sekretariat DPD 1 Golkar Bali, Kamis, 16 Oktober 2025.
Tegaskan komitmen hadir lewat karya nyata bagi masyarakat, ada persembahan unik yang serangkaian HUT partai politik berlambang pohon beringin, khususnya bagi warga Kota Denpasar.
Pada Minggu, 19 Oktober 2025 mulai pukul 08.30 Wita, akan berlangsung pasar murah di Jalan Surapati Nomor 9, Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur. Kota Denpasar, Bali.
Menariknya, pada momentum ini akan disediakan sebanyak kurang lebih 500 paket sembako yang aslinya bernilai Rp100.000 namun dijual kepada masyarakat dengan diskon 50 persen atau Rp50.000.
Terbuka untuk masyarakat umum, setiap pengunjung juga akan mendapatkan voucher belanja senilai Rp25.000 untuk bertransaksi di stand-stand UMKM layaknya pasar malam.
Ketua Panitia HUT, Anak Agung Bagus Tri Chandra Arka (Gung Cok) didampingi Sekretaris Panitia, Komang Bayuada Karna menegaskan bahwa seluruh kegiatan digelar sebagai wujud nyata semangat “Suara Rakyat, Suara Golkar”.
“Ingin berbuat untuk rakyat karena suara Golkar suara rakyat. 19 Oktober 2025 ada donor darah, pasar murah di hari Minggu sehari. Pasar murah nilai paket sembako 100 ribu dijual sangat murah 50 ribu, ada beras, minyak, gula. Sebanyak 500 paket. Masyarakat juga dapat voucher 25 ribu untuk belanja di UMKM. Terbuka untuk masyarakat umum. Ada juga pembagian sembako, bakti sosial,” ujar politisi Golkar Dapil Badung yang saat ini duduk sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali itu.
Gung Cok menjelaskan bahwa seluruh kegiatan dirancang dengan landasan filosofi Tri Hita Karana agar benar-benar membawa manfaat dan makna bagi masyarakat.
“Kegiatan dibuat semarak dan berbaur dengan masyarakat. Seperti pasar malam, masyarakat datang bisa juga cek kesehatan dengan memanfaatkan fasilitas Yellow Clinic,” jelasnya.
Anggota Komisi IV DPRD Bali ini menambahkan semangat baru Golkar Bali kini hadir di bawah kepemimpinan Ketua DPD 1 Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer yang menekankan pentingnya kegiatan sosial yang benar-benar menyentuh masyarakat secara langsung.
“Kami juga melibatkan UMKM dengan memanfaatkan halaman kantor Golkar Bali sebagai tempat stand pameran UMKM,” tambah Gung Cok.
Selain pasar murah dan pameran UMKM, Golkar Bali juga menggelar berbagai kegiatan sosial lainnya.
Pada Senin, 20 Oktober 2025, puncak perayaan HUT ke-61 Partai Golkar akan ditandai dengan tabur bunga dan pemotongan tumpeng di Taman Makam Pahlawan Puputan Margarana sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pendahulu bangsa.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih (Demer) didampingi Sekretaris DPD I, Dewa Gede Dwi Mahayana Putra Nida (Dewa Wiwin), serta Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan I Putu Yuda Suparsana menegaskan bahwa peringatan HUT tahun ini bukan ajang seremonial, tetapi momentum untuk bekerja bagi rakyat.
“Peringatan HUT Golkar tidak banyak seremonial tapi berkarya sesuai doktrin karya kekaryaan. Di mana banyak masyarakat masih berada di garis kurang beruntung, dan juga banyak yang belum peduli kesehatan,” ujarnya.
Menurut anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali itu, spirit kekaryaan menjadi landasan utama arah kerja Golkar Bali ke depan.
“Spirit karya kekaryaan lebih kelas kerja kerja, sepi ing pamrih rame ing gawe. Tidak banyak seremonial tapi lebih banyak kerja-kerja langsung, dan mengalir bersama masyarakat. Penggunaan anggaran harus lebih efisien dan menyentuh masyarakat kurang beruntung,” tegasnya.
Demer juga menekankan pentingnya regenerasi dan transparansi organisasi di tubuh Golkar Bali.
“Di kepemimpinan saya lebih banyak anak muda dan menjadi darah baru bagi perjalanan Golkar Bali ke depan,” ujarnya.
Ia menegaskan, sejak awal berdirinya, Partai Golkar merupakan hasil kesepakatan 97 organisasi yang menandatangani deklarasi pendirian partai. Hal ini menjadi bukti bahwa Golkar adalah partai milik bersama, terbuka, dan inklusif.
“Jadi partai milik bersama. Maka Golkar tidak eksklusif tapi inklusif, transparan. Keuangan juga bukan tidak dilaporkan di rapat pleno. Jadi organisasi modern, transparan, dan mendorong pengurus terus berkarya,” paparnya.
Dalam kepemimpinannya, Demer menyiapkan Golkar Bali menjadi wadah edukatif dan progresif melalui berbagai forum diskusi dan workshop kepemimpinan.
“Ke depan akan lebih banyak buat edukasi dengan berbagai macam isu untuk didiskusikan bersama. Perbaiki wantilan menampung 350 orang dengan AC, jadi tempat diskusi. Kami sudah terima 9 isu dari berbagai hal yang akan didiskusikan dengan para pemangku kepentingan. Hasil akan bisa diakses semua pihak,” ujarnya.
Rangkaian pelatihan tersebut juga akan dilengkapi dengan mind mapping, kerja kelompok, dan kegiatan interaktif untuk mendorong anak muda Golkar dan generasi muda Bali meningkatkan kapasitas diri.
“Semoga ke depan anak-anak muda di Golkar dan anak muda di Bali bisa menghayati ini dan meningkatkan kapasitas dirinya. Di era ini kecerdasan bukan yang utama, tapi human relationship jadi kunci keberhasilan di berbagai organisasi dan komunitas,” tutup Demer.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan sosial, pasar murah, dan pemberdayaan UMKM, Golkar Bali menegaskan diri sebagai partai yang terus berpijak pada nilai-nilai kekaryaan, kepedulian sosial, dan pengabdian nyata kepada rakyat—mewujudkan politik yang bekerja, bukan sekadar berbicara. (bp/ken)













