GIANYAR, Balipolitika.com– Bupati Gianyar, I Made Mahayastra menyampaikan jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gianyar tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Gianyar Tahun 2026 dan Raperda Inisiatif Dewan tentang Pelestarian Seni dan Budaya di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Gianyar, Kamis, 9 Oktober 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati I Made Mahayastra mengawali jawaban untuk fraksi PDI Perjuangan dalam meningkatkan sarana dan prasarana sekolah khususnya rehabilitasi, telah dilaksanakan pendataan kondisi sarana prasarana sekolah dengan melibatkan pengawas sekolah dan konsultan pengawas.
“Pendataan ini menghasilkan data yang akurat sehingga dapat menjadi dasar dalam menentukan prioritas rehabilitasi dan pembangunan sarana prasarana sekolah di tahun 2026,” jawabnya.
Menjawab fraksi Golkar terkait pertanian, Bupati Mahayastra menjelaskan bahwa untuk mempertahankan swasembada pangan di Kabupaten Gianyar, diperlukan langkah-langkah strategis dalam melindungi lahan sawah yang menjadi basis utama produksi pangan.
“Upaya yang kami lakukan meliputi penetapan dan pengawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) melalui peraturan daerah No 1 Tahun 2020 agar alih fungsi lahan dapat dikendalikan. Selain itu, penguatan kelembagaan petani dan kelompok tani agar lahan tetap produktif, serta pemberian insentif bagi petani yang mempertahankan fungsi lahannya,” jelasnya.
Terkait PU Fraksi Gerindra tentang belanja daerah, Bupati Mahayastra menjelaskan bahwa belanja daerah diarahkan pada program-program prioritas yang berorientasi pada rakyat untuk peningkatan ekonomi rakyat.
Sedangkan PU Fraksi Demokrat Bersatu tentang infrastruktur yang merata dan berkelanjutan, dijelaskan Bupati Mahayastra bahwa pembangunan infrastruktur yang direncanakan dan dilakukan sudah berdasarkan masukan-masukan melalui pendekatan bottom up planning, top down planning, politik dan teknokratik sehingga kegiatan pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan sesuai dengan prioritas kebutuhan masyarakat dan skala prioritas pembangunan.
Bupati asal Payangan tersebut juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Gianyar atas inisiatif mulia dalam menyusun Ranperda yang bertujuan melestarikan seni dan budaya lokal.
“Pertama-tama, pada kesempatan yang baik ini, dengan ketulusan hati saya sampaikan ucapan terima kasih kepada Pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Gianyar, yang telah berkenan membahas Ranperda Inisiatif tentang Pelestarian Seni dan Budaya,” ujar Bupati Mahayastra.
Bupati Gianyar menegaskan bahwa seni dan budaya bukan hanya menjadi identitas dan jati diri bangsa, namun juga merupakan warisan luhur yang wajib dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
Kabupaten Gianyar, lanjutnya, memiliki kekayaan seni tradisi, adat istiadat, bahasa, dan beragam ekspresi budaya yang menjadi kebanggaan bersama.
Namun demikian, di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan zaman, Bupati Mahayastra mengingatkan pentingnya menghadirkan regulasi yang mampu melindungi dan memperkuat keberlangsungan seni budaya lokal.
“Penyusunan Ranperda ini adalah langkah strategis untuk memberikan payung hukum yang jelas dalam pengelolaan, perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan seni serta budaya di daerah kita,” pungkasnya. (bp/ken)













