DENPASAR, Balipolitika.com– Aksi demonstrasi di Ibu Kota Jakarta meluas ke penjuru tanah air pasca pengemudi ojek online Affan Kurniawan (21 tahun) tewas dilindas kendaraan taktis Brimob Polda Metro Jaya, Kamis, 28 Agustus 2025.
Pembakaran Kantor DPRD Kota Makassar memicu tewasnya 5 orang, yakni Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah, Syaiful karena melompat dari lantai 4; Ubay, fotografer DPRD Kota Makassar ditemukan tewas terbakar; Sarina, ajudan anggota DPRD Kota Makassar; Andi Tenri Uji anggota DPR PDI Perjuangan hangus terbakar ditemukan setelah api padam; dan Budi, anggota Satpol PP yang melompat dari lantai 4.
Aksi anarkis ini akan sangat merugikan masyarakat Bali sehingga semua pihak diharapkan untuk mengedepankan akal sehat menyikapi dinamika politik tanah air.
Ajakan untuk mengedepankan sikap damai dalam penyaluran aspirasi ini salah satunya disampaikan oleh sosok yang intens peduli dan tidak pernah bosan bersuara demi kepentingan Pulau Dewata, I Gede Pasek Suardika.
GPS mengingatkan masyarakat Bali bahwa ABPD Bali Tahun 2026 terjun bebas Rp1,6 triliun dibandingkan APBD Bali tahun 2025 yang ditarget Rp6,6 triliun.
Ironisnya, jika dikalkulasikan ABPD Bali Tahun 2026 yang ditarget Rp5 triliun ini kurang dari 50 persen target APBD Badung tahun 2025, yakni Rp10,7 triliun.
Sehingga, GPS mengajak semua pihak untuk tidak melakukan aksi anarkis plus tidak merusak fasilitas umum karena itu akan merugikan masyarakat sendiri di tengah terpuruknya keuangan daerah Provinsi Bali.
“Para massa aksi silakan sampaikan aspirasi, tetapi jangan memancing untuk di Bali rusuh sebab itu bisa menjadi kontraproduktif. APBD Bali sedang terpuruk, tidak ada anggaran untuk perbaikan gedung DPRD jika dibakar seperti Makasar, Jabar, ataupun NTB. Begitu juga pelayanan masyarakat ke polisi akan terhambat jika gedung polisi terbakar seperti yang terjadi di beberapa daerah lainnya. Tolong ini Bali, masyarakat menghargai demokrasi dan aksi yang ada tetapi tidak simpati jika merusak bangunan milik rakyat Bali. Gunakan dan lampiaskan cukup di medsos uneg unegnya sekeras apapun daripada membuat rusuh di Bali. Satyam Eva Jayate..!!,” tegas GPS. (bp/ken)













