TABANAN, Balipolitika.com- Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Tabanan mulai membedah kasus asusila remaja yang menggemparkan warga di sebuah persewaan permainan video game. Polisi langsung memeriksa orangtua remaja perempuan sekaligus sebagai pelapor dalam kasus ini. Orangtua perempuan, memberikan keterangan resmi mengenai kronologi peristiwa memalukan tersebut kepada tim penyidik.
“Kami sudah mulai melakukan pemeriksaan intensif terhadap saksi pelapor dari pihak orangtua korban perempuan hari ini,” ujar Kasatreskrim Polres Tabanan AKP Teddy Satria Permana kepada wartawan.
Orangtua korban mendatangi Mapolres Tabanan untuk menuntut keadilan bagi martabat anak mereka yang telah hancur total. Pihak keluarga merasa sangat terpukul setelah melihat wajah anak kandung mereka tersebar luas melalui berbagai platform media sosial. Laporan resmi tersebut kini menjadi landasan hukum bagi kepolisian untuk menjerat pelaku persetubuhan maupun pengunggah video ilegal tersebut.
“Betul pihak perempuan merupakan korban dalam kasus ini dan baru orangtua yang kami mintai keterangan awal,” jelas Teddy.
Video amatir berdurasi pendek menampilkan aksi penjaga rental memergoki sepasang muda-mudi yang sedang melakukan perbuatan tidak terpuji. Penjaga tempat usaha tersebut langsung menegur keras pelaku yang masih berada di dalam bilik permainan tertutup saat penggerebekan. Remaja perempuan di dalam rekaman tampak berusaha keras menutupi wajahnya karena merasa sangat malu akibat tindakan asusila tersebut.
“Laporan masuk mencakup dugaan tindak pidana persetubuhan serta masalah penyebaran video rekaman asusila ke publik secara liar,” kata Teddy kembali.
Petugas kepolisian akan mengumpulkan alat bukti digital guna memperkuat berkas perkara dugaan tindak pidana asusila remaja ini. Tim siber juga sedang melacak identitas asli pengunggah pertama rekaman video yang telah menyebabkan kegaduhan besar di masyarakat. Polisi berkomitmen akan menyelesaikan kasus ini secara profesional agar memberikan efek jera bagi seluruh pelaku yang terlibat.
“Kami membenarkan bahwa pihak keluarga sudah melayangkan laporan resmi terkait peristiwa yang menghebohkan masyarakat Tabanan tersebut,” tegasnya.
Kedua remaja tersebut mengenakan jaket berwarna hitam saat petugas rental melakukan tindakan penggerebekan secara mendadak di lokasi kejadian. Penjaga rental menyuruh pasangan tersebut segera memakai pakaian lengkap sebelum mereka meninggalkan bilik permainan video yang sempit itu. Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi para pemilik usaha persewaan gim agar meningkatkan pengawasan terhadap seluruh pengunjung.
“Kasus ini masih dalam penanganan sangat intensif pihak kepolisian guna mengungkap seluruh rangkaian kronologi kejadian yang sebenarnya,” ucap Teddy. (BP/CHA).













