DENPASAR, Balipolitika.com- Setiap tahun, Bali Politika menyalakan api literasi dengan meluncurkan buku puisi—menghimpun suara, jejak, dan permenungan dari rubrik sastra yang tumbuh di laman digitalnya. Puisi-puisi itu bukan sekadar tulisan, melainkan denyut zaman, gema batin, dan napas penciptaan.
Untuk merayakan dan mengapresiasi karya para penyair, Bali Politika menghadirkan sebuah perhelatan: Lomba Baca Puisi “Sastra Balipolitika 2025”. Ajang ini digelar secara virtual, menjangkau seluruh penjuru Indonesia, agar suara puisi dapat menembus batas ruang dan jarak.
Maka itu, mari bergabung dalam perjalanan sastra ini. Jadilah bagian dari perayaan kata, di mana setiap suara pembaca adalah cahaya yang menyalakan kembali makna puisi
PETUNJUK TEKNIS LOMBA BACA PUISI
PENDAFTARAN:
- Pendaftaran gratis, tidak dipungut biaya.
- Usia peserta bebas, berdomisili di seluruh wilayah Indonesia
- Peserta mengikuti akun sosial media Bali Politika, yakni Instagram @balipolitika, Facebook Fans Page @Balipolitika.com
- Peserta memposting Poster dan Link Berita Lomba Baca Puisi – Sastra Balipolitika 2025 di 3 grup WA. Screenshot dikirim ke Panitia WA Satria 085237005070, yang kemudian peserta akan mendapatkan PDF Buku Puisi Share sebagai bahan wajib naskah lomba.
- Pendaftaran dan Pengumpulan Video DITUTUP 25 OKTOBER 2025 pukul 23.59 wita dengan cara mengisi google form berikut ini: https://forms.gle/Nov4kCru5W8Bsftk8
PENGUMPULAN VIDEO PEMBACAAN:
- Tiap peserta wajib membaca satu puisi yang berasal dari buku puisi Share. Dalam video pembacaan, peserta menyebutkan judul puisi dan nama penulis.
- Peserta diwajibkan mencetak sampul depan buku Shareukuran A5 yang akan digunakan sebagai sampul depan kertas bacaan pada saat pembacaan puisi.
- Peserta membuat video pembacaan puisi menggunggahnya di akun Youtube peserta masing-masing dengan format penulisan : SBP2025_JUDUL PUISI_KARYA (NAMA PENULIS)_DIBACAKAN_NAMA PESERTA_KOTA PESERTA
dengan membubuhkan hashtag:
#sastrabalipolitika_lombabacapuisi2025
#sastra_balipolitika2025
#bacapuisi_balipolitika2025
- Format video pembacaan puisi : MP4, resolusi 1080p, orientasi landscape, tampilan setengah badan, serta ekspresi wajah terlihat jelas. Penampilan bebas rapi.
- Durasi video maksimal 5 menit. Pengambilan video pembacaan puisi dalam satu kali pengambilan
- Setiap video pembacaan boleh diiringi musik, baik diputar saat pembacaan maupun dimasukkan pada saat proses editing (dengan catatan musik yang dipakai bebas royalti/tidak melanggar hak cipta).
- Proses registrasi dan pengiriman video paling lambat 25 Oktober 2025
PENGUMUMAN PEMENANG
- Pengumuman pemenang sekaligus seremoni peluncuran buku digelar pada 1 November 2025. Pukul 15.00 WITA di DALAM RUMAH Jl. Gatot Subroto VI No. 5 Denpasar.
- Penentuan Juara ditetapkan oleh Dewan Juri yang terdiri dari Pranita Dewi, Moch Satrio Welang dan Ni Putu Rastiti. Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
- Kriteria Penilaian (Penghayatan, Vokal, Intonasi, Ekspresi, Penampilan). Penilaian dewan juri tidak didasarkan pada perhitungan kuantitatif (penghitungan angka-angka), melainkan pada pertimbangan kualitatif yang menyeluruh terhadap penampilan peserta.
HADIAH
Para pemenang juara 1,2,3 dan Harapan 1, 2,3 mendapat hadiah piala, piagam penghargaan, buku sastra dan uang tunai total hadiah jutaan rupiah yang diserahkan pada saat peluncuran Buku Share pada tanggal 1 November 2025
PROFIL DEWAN JURI
JURI 1:

PRANITA DEWI
Lahir di Denpasar, 19 Juni 1987, dikenal sebagai penyair, penulis prosa liris, dan cerpenis. Puisinya terbit di Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Bali Post, Horison, hingga jurnal sastra daring. Karya-karyanya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis, Inggris, dan Thailand. Buku puisinya Pelacur Para Dewa (Komunitas Bambu, 2006) dan Nyawa Tinggallah Sejenak Lebih Lama (JBS, 2024) meneguhkan eksistensinya, dengan yang terakhir masuk 5 Besar Kusala Sastra Khatulistiwa 2025.
Ia pernah meraih nominasi Krakatau Award (2004), juara II Singa Ambara Raja Award, serta menerima beasiswa sastra internasional di Teater Utan Kayu. Diundang dalam forum sastra bergengsi seperti Ubud Writers & Readers Festival, Mastera, hingga Singaraja Literary Festival, ia juga kerap menjadi juri lomba sastra. Puisinya masuk ke berbagai antologi nasional dan internasional, termasuk Couleur Femme (Prancis), Wanna Malai (Thailand) dan lain-lain.
JURI 2:

MOCH SATRIO WELANG
Lahir di Surabaya, 14 April 1982, adalah aktor teater dan penyair. Ia menekuni dunia panggung sejak bergabung dengan Teater Orok Universitas Udayana (2003) dan Kelompok 108 pimpinan Giri Ratomo (2004). Tahun 2010 mendirikan Teater Sastra Welang serta menerima penghargaan Aktor Terbaik Gelar Teater La Jose. Ia menggagas Sawma Awards, Sawtaka Nayyotama Award, dan Siwa Nataraja Literary Award.
Pernah tampil dalam drama Caligula, Death of A Salesman, Perjuangan Suku Naga, hingga Presiden Kita Tercinta. Tampil dalam pementasan drama di UWRF, Bentara Budaya, hingga Festival Seni Bali Jani. Tahun 2014 ia tampil pentas seni internasional di kapal pesiar keliling Amerika Serikat, Asia, dan Amerika Latin.
Karya sastranya dimuat di berbagai media, antologi, dan diterjemahkan ke bahasa Prancis serta Inggris. Ia juga merilis album musikalisasi puisi hingga parfum puisi. Kiprahnya memadukan teater, puisi, dan seni lintas disiplin.
JURI 3:
NI PUTU RASTITI
Lahir di Denpasar, 28 November 1988, bekerja sebagai perawat di RS Bali Mandara sekaligus aktif menulis sastra. Ia meraih Penghargaan Sastra Singa Ambara Raja (2007), Puisi Terbaik Sayembara Sastra Udayana (2012), serta Siwa Nataraja Literary Award (2016).
Karyanya tersebar di Bali Post, Media Indonesia, Koran Tempo, dan berbagai antologi, antara lain Jalan Angin (2006), Keranda Emas (2009), Saron (2018), hingga Burung-Burung di Langit Merah (2023). Puisinya juga diterjemahkan ke bahasa Prancis dalam Couleur Femme (2011). Buku tunggalnya meliputi Pohon Keinginan (cerpen, 2014), Adakah Namaku Terselip dalam Doamu? (puisi, 2023), dan Oblivium (cerpen, 2025).
Rastiti diundang dalam berbagai forum seperti Temu Sastra Mitra Praja Utama, TSI Babel, hingga Ubud Writers & Readers Festival. Sejak SMA aktif di teater, pernah menyutradarai dramatisasi puisi dan tampil dalam pementasan Stasiun Nun (2007). Karyanya meneguhkan kiprah sebagai penulis yang konsisten mengolah puisi, cerpen, dan teater.
Acara ini didukung oleh:
Bank BPD Bali | Jagir | Yudistira Association | Gendo Law Office | Est Movie | Pustaka Ekspresi | Teater Sastra Welang | Kubu Kopi | Katuda | Jengki Art Galeri | Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia | Dalam Rumah | Semeton GB Bali | Kita Dewa Jack Mania | Relawan De Gajah | Kagama Bali | Disel
Daftar Donatur Buku:
Terima kasih pula kepada para donatur hingga terbitnya Buku Puisi Share Bali Politika 2025, yang dikuratori Redaktur Sastra Bali Politika Wayan Jengki Sunarta. Kepada para pihak yang tulus dan intens membantu kami dalam suka maupun duka tersebut, antara lain I Nyoman Sudharma, I Nyoman Gede “Ponglik” Sudiantara, I Gusti Ngurah Agung Diatmika – Dewi Eka Koreati, Dewa Made Mahayadnya, Bagus Alit Sucipta, Made Muliawan Arya “De Gadjah”, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, I Wayan Gendo Suardana, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya, I Gusti Kade Heryadi Anggligan, Gede Bagus Darmayasa, I Nyoman Parta, I Wayan Disel Astawa, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka, I Gusti Rai Putra Wiguna, I Gede Agus Weda “Jagir” Wiguna, Erick EST, Sanjaya Caesar, dan banyak
pihak lainnya.













