IMAM BARKER:
RAMADHAN
1 /
jiwa ini,
bergetar rindu
tak ada habis habisnya
doa doa merekah
mengalir keseluruh darah
batinku, tetap Istiqomah!
malam larut
dalam lantunan ayat suci Al-Quran
beraroma bunga surgawi
semakin dalam
dzikirku kembali
padaMu
menjelma Aksara
2 /
Langit telah lebur
menjadi cahaya lampu lampu neon
Di halaman Musholla dan Masjid
anak anak asyik bermain
perang sarung, lempar peci
Sedang
anak anak lainnya sibuk teraweh dan tadarrus
Iramanya tak pernah surut
ada yang menyimak, melepas syukur
Tertidur pulas
ada yang melamun karena rindu keluarga yang jauh
Malam semakin larut
Dari sudut sudut gubuk tua itu
Anak anak mempersiapkan Sahur
merayakan petasan dan kembang api
Berkeliling kampung
membangunkan orang orang dengan lagu religi
Ramadhan penuh berkah
begitu banyak Cinta
di langit langitNya
LAILATUL QADAR
Aku berpijak pada malam
yang langitnya begitu cerah
khusyu’ hening dan damai
Semua makhluk merayakannya
Semua makhluk merindukannya
Malam seribu bulan;
Cinta kasih begitu terasa
di mana mana
ERVINA NURLAILY:
NUR
Di beranda dan lorong-lorong yang bergumam
tak ada suara yang menyahut
dinding-dinding bersedih
sebab sang gadis tak pernah hidup
Sepanjang waktu ia hanya tidur
menatap langit dan menangis
meminta Tuhan mengusap pipinya
membawanya kembali pada Nur
Doa-doa melangit
Bersama tubuh yang dingin dan pupus
Ia hilang terang
dan mati bersama malam
RAMADHAN
Kepada Fuad aku kembali
dari yang tidak dilihat
dari yang tidak didengar
menawan satu tutur Tuhan
Al-Aziz, Al-Jabbar, Al-Mutakabbir ..
munajatku kepadaNya
hati tunduk bersujud
doa bernafas di ubun-ubunku
Doa
Bernafas
Di ubun-ubunku
LENTERA SURGA
Aku ingin lentera surga
penyelamat manusia dari binar dunia
yang merusak mata
penghangat jiwa-jiwa yang patuh
Aku ingin lentera surga
yang hadirnya merekah di hati
dan bathinku yang hina
Aku ingin lentera surga
yang tak sebatas pinta
sebab imanku aku berdoa
memohon ampunan berkelip tanpa jeda
FILESKI WALIDHA TANJUNG:
SAJADAH PENINGGALAN BAPAK
Sajadah ini masih basah oleh bekas dahimu,
peluh yang jatuh dalam sujud panjang,
dan doa-doa yang dulu kau tenun rapi di atasnya,
kini hanya menggema dalam kenangan
Aku pernah menjadi saksi takdir,
tempat engkau melipat kepedihan dalam takbir,
tempat engkau luruhkan rindu dalam sujudmu
tempat engkau bisikkan nama anak-anakmu
di antara bulir tasbih yang diikat dengan doa-doa
Hari ini, Idul Fitri datang tanpa gema suaramu,
tanpa tangan yang dulu pernah menyisir rambutku,
tanpa suara takbir yang dulu kau kirim pada malam,
agar pagi tidak terbangun terlalu cepat.
Aku selembar sajadah yang engkau tinggalkan,
tapi rindu padamu masih terhampar di rumah ini,
dalam pelukan anak-anakmu yang mencari bayangmu
dalam gema takbir yang terasa lebih dingin
dari tahun-tahun yang telah berlalu.
2025
REZA RAMADHAN:
MALAM TAKBIRAN
melayu kelopak di padang setapak
malam bercahaya bangsal
aku? bernafas & mengakar di tepian bebas
di pangku tanah tubuhku
aku menebar hari di pemakaman
mata seputih rahim
yang tanggal tinggal jejak
&
suara melangkah melampaui bunyi
hari ini putih seputih rahim
… aku bersila, terpejam, menancap.
memanggil tapi tidak mendengar
aku menabur hari & diri di petak
tubuh pemakamanmu. tapi langit
membukakan kursi
tanah ini putih seputih rahim:
mendengar & memaafkan.
pagi tanpa tepi
aku terbangun bukan dengan mata
tapi dengan telinga searif rahimmu, ibu.
Ramadhan, 1446
FANI YUDISTIRA:
kepada maaf
-lebaran di tempat terjauh-
aku mencintai kemungkinan
paling jauh yang aku dapat
selepas memberi makan jawaban
pertanyaanmu terlalu penuh
hingga membuat setiap jengkal tempat tidur
dalam pelukanmu tidak pernah utuh
aku mengerti,
cara menjadi jarak terjauh
adalah dengan menjadi
kedekatan yang rapuh
kau pergi untuk beberapa masalalu
dan yang paling selesai di antara aku
BIODATA
Imam Barker lahir di Denpasar, Bali. Puisinya terangkum dalam antologi bersama, antara lain Saron (2018), Tutur Batur (2019), Balur Bilur (2019), Semesta Jiwa (2021), Burung-burung di Langit Merah (2024). Kini, ia aktif di komunitas Jatijagat Kehidupan Puisi (JKP) dan Rayon Iksass Denpasar.
Ervina Nurlaily lahir di Malang, 21 Pebruari 1999. Ia mencintai sastra, seni, dan arsitektur. Menulis puisi sejak SMA dan sering mengikuti berbagai kegiatan sastra. Ia tinggal di Negara, Bali.
Fileski Walidha Tanjung adalah seorang penulis dan penyair kelahiran Madiun 1988. Aktif menulis esai, puisi, dan cerpen di berbagai media lokal dan nasional.
Reza Ramadhan lahir di Denpasar, 13 Desember 2000. Ia aktif di komunitas Asrama Teater Bindoro, Gubuk Kata-kata, Lesbumi, dll.
Fani Yudistira lahir 13 September 2003. Ia aktif di komunitas Jatijagat Kehidupan Puisi. Puisi-puisinya dapat ditemui di akun instagramnya @likethis.13