Calon Wali Kota
“kota seperti apakah
yang bakal saudara bangun?”
calon wali kota itu sekejap tercenung
kemudian tersenyum
“kota yang tak pernah ada
di mana pun.”
dia mengeluarkan selembar kertas
dan pena dari saku bajunya
“bolehkah saya menulis puisi?”
tanyanya seraya menatap para panelis
dan pembawa acara
“sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan
tidak ada tahapan untuk menulis puisi
mohon saudara langsung menjawab
selama dua menit dari sekarang!”
tanpa berkata sedikit pun
calon wali kota itu
meninggalkan arena
membuang nomornya
mencopot baju seragamnya
pergi ke jalan raya
yang seketika lengang dan ngilu
dia tak pernah kembali
ke kotanya sendiri
2024
Satu Kisah di Hari Pemilihan
sesudah mencoblos
ahmad durjana kembali mendorong
gerobak bubur ayamnya
menunggu para pelanggan
di pinggir jalan
depan warung madura
“kian hari kian sepi,” kisah durjana
“kadang hanya dua puluh mangkuk
saja.”
durjana selalu tersenyum
meski nasibnya tak kunjung manis
“sebelas tahun lalu
kena phk. terpaksa
jualan bubur ayam,” cerita durjana
“saya selalu ikut coblosan
walau tetap saja begini.”
durjana duduk merokok
matahari terus naik
pukul sembilan sungguh terik
belum lagi ada yang datang
dan memesan sarapan
durjana terus menunggu
menunggu …
2024
Mengasah Golok
selamat pagi,
apakah anda hari ini
sudah mengasah golok?
sebentar lagi hari terang
bawalah golokmu ke jalan raya
tarik sedikit bilahnya dari serangka
agar kilat mata tajamnya
memancar dan menyambar mata orang
yang memandangnya
dan alur darahnya membuat hati bergidik
ciut mengkerut seperti daun kering
itulah saat yang tepat
mengolok
orangorang tak berdaya
dan para sekutumu
menunggang angin
seraya lantang berkata
: “tenang,
tuhan sudah di sini!”
2024
Kebaikan dan Kebajikan
berhentilah membayangkan
halhal baik
di tanah ini
kau bakal kecewa dan menyesal
makan saja apa yang ada di meja
meski bukan kepunyaanmu
kemudian menarilah
sepuasmu
di antara piring dan mangkuk kotor
agar semesta terhibur dan bahagia
berhentilah mengharapkan kebajikan
demi kebajikan
semua berkait kepentingan
dan kesenangan
di balik batu di balik baju
benar dan salah sudah saling silang
di tengahtengahnya uang berputarputar
pagi lawan siang kawan
sore berpisah jalan
malam kawan ranjang
berhentilah. tidurlah!
2024
Kepada Kawanku
di hadapan uang
bermukamuka dengannya
kau bisa apa?
ia selalu manis
karib yang
berkilaukilau
gilap yang pandai menyimpan
gelap
tukang sulap
silap mata
remuk kepala
hati binasa
berdoalah, maka aku ada!
serunya
selalu begitu cara uang bekerja
dan kau
setia menduga
seakan diberkahi tuhan
sebagai kanakkanak
tanpa dosa
siapkan tambang
ikatlah diriku kuatkuat!
suara uang
lebih panjang dari kalam
2024
Esai Subjektif tentang Filsafat Uang
bayarlah aku
maka kau ada!
rene descartes dan albert camus
saling pandang
matanya bolong sedalam
jurang hitam
“filsafat apakah itu?”
tanya descartes
“embuh! absurd!” tukas camus
bayarlah aku
maka kau ada!
tak ada keraguan
tak ada ketidakjelasan
segalanya centang perenang
“ada uang abang disayang?”
tanya descartes
“tak ada uang abang melayang!”
sergap camus
2024
Biodata
Toto ST Radik lahir 30 Juni 1965 di Singarajan, Serang, Banten. Puisi-puisinya dipublikasikan di berbagai media massa dan telah terbit dalam sejumlah buku, baik tunggal maupun bersama. Kumpulan puisi terbarunya berjudul Apakah Negara? (Gong Publishing, 2022). Saat ini (masih) tinggal di Serang dan sedang menyusun manuskrip puisi Timur dari Masa Lalu dan Berkunjung ke Rumah Penyair.