Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

ADAT DAN BUDAYA

Libur Sekolah, Desa Dauh Puri Kaja Gelar Pasraman Kilat

PENDIDIKAN INFORMAL: Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana pantau kegiatan Pasraman Yowana Desa Dauh Puri Kaja di Wantilan Pura Lokanatha, Lumintang, Minggu, 16 Juni 2024 pagi.

 

DENPASAR, Balipolitika.com- Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana membuka secara resmi kegiatan Pasraman Yowana Desa Dauh Puri Kaja di Wantilan Pura Lokanatha, Lumintang, Minggu, 16 Juni 2024 pagi.

Seluruh rangkaian kegiatan yang diisi dengan beragam pelatihan seni dan budaya itu digagas untuk mengisi hari libur siswa sekolah pada Juni hingga Juli 2024 mendatang.

Dalam arahannya, Sekda Alit Wiradana memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak Pemerintah Desa Dauh Puri Kaja yang menginisiasi acara ini.

Ia menilai sebagai sebuah kegiatan bermuatan seni dan budaya, Pasraman Yowana diharapkan akan mampu menjadi “sekolah” informal bagi anak-anak untuk mengasah kemampuan berkesenian.

“Di tengah arus perkembangan teknologi yang sangat pesat, kegiatan pasraman ini tentu merupakan hal penting untuk memberikan pemahaman dan juga pendidikan berkesenian lokal bagi anak-anak kita. Sehingga harapannya anak-anak tetap akan memiliki ketertarikan, minat, dan keterampilan dalam bidang kesenian, khususnya kesenian Bali,” ujar Sekda Alit Wiradana.

Sementara itu, Perbekel Desa Dauh Puri Kaja, I Gusti Ketut Sucipta dalam laporannya mengatakan kegiatan Pasraman Yowana ini sengaja digelar pihaknya dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan juga semakin mendekatkan anak-anak siswa sekolah dengan kesenian Bali.

“Kami merasa memiliki tanggung jawab untuk memberikan pemahaman dan pendidikan kesenian dan budaya kepada anak anak kami sehingga tercetus ide untuk menggelar kegiatan Pasraman Yowana yang penyelenggaraannya bertepatan dengan periode libur sekolah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Gusti Ketut Sucipta menambahkan dalam Pasraman Yowana ini terdapat 4 jenis kegiatan yang dilaksanakan.

Antara lain, pelatihan nyurat aksara Bali, pelatihan tari, pelatihan gender, dan juga pelatihan makendang.

Kesemua kegiatan itu, diikuti oleh setidaknya 51 orang siswa tingkat TK, SD, hingga SMP yang berada di seputaran wilayah Desa Dauh Puri Kaja.

“Kami menggandeng sekolah yang berada di seputaran wilayah Desa Dauh Puri Kaja untuk dapat mengirimkan siswanya agar bisa mengikuti kegiatan ini. Rencananya nanti pelatihan ini akan digelar sebanyak 8 kali pertemuan selama periode liburan sekolah di bulan Juni dan Juli, 2024,” imbuhnya. (bp/ken)




Berita Terkait

Baca Juga
Close
Back to top button

Konten dilindungi!