BALI, Balipolitika.com – Siklon tropis di Laut Selatan berpotensi membawa beberapa bahaya bagi Bali, terutama terkait cuaca ekstrem. Ada beberapa dampak yang perlu warga Bali waspadai.
Siklon tropis 93S yang saat ini terpantau di selatan NTB, bisa menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Bali, meningkatkan resiko banjir dan longsor.
Perairan selatan Bali perkiraan mengalami gelombang tinggi, kategori sedang (1,25–2,5 meter), yang bisa mengganggu aktivitas nelayan, pelayaran, dan wisata bahari.
Daerah dataran rendah dan perbukitan rawan mengalami genangan, banjir, atau longsor, terutama di wilayah seperti Badung, Denpasar, dan Karangasem.
Gelombang tinggi bisa membuat perjalanan laut lebih berbahaya, jadi pastikan untuk selalu memantau informasi dari BMKG sebelum beraktivitas di laut.
BMKG terus memantau perkembangan siklon ini, dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti peringatan dini, dan memastikan keselamatan menjadi prioritas. Untuk info terbaru, cek kanal resmi BMKG ya!
Cuaca di Bali saat Natal dan Tahun Baru diperkirakan cukup basah, karena Desember termasuk musim hujan.
Suhu rata-rata sekitar 25-27°C, dengan kelembapan tinggi mencapai 85 persen. Curah hujan diperkirakan sekitar 260 mm, dengan kemungkinan hujan singkat di sore hari.
Detail Prakiraan Cuaca:
– Suhu: 23-33°C
– Hujan: 16-20 hari dalam sebulan, sering kali di sore hari
– Gelombang Laut: 0,25-2 meter
– Kelembaban: 85%
– Sinar Matahari: Rata-rata 8-9 jam per hari
BMKG juga memprediksi potensi cuaca ekstrem hingga Maret-April 2026, dipengaruhi fenomena La Nina lemah dan MJO. Pastikan untuk cek prakiraan cuaca terbaru sebelum berpergian dan siapkan rencana cadangan.
Jika kamu merencanakan liburan, awal Desember relatif lebih longgar, tapi akhir Desember hingga awal Januari sangat ramai. Jangan lupa booking akomodasi lebih awal dan bawa perlengkapan anti-hujan! (BP/OKA)









