BALI, Balipolitika.com – BMKG mencatat, hujan non-stop di Bali pada tanggal 9 September 2025 kemungkinan karena beberapa faktor:
– Pola Pertemuan Angin: Terbentuknya pola pertemuan angin di wilayah Bali yang mendukung pertumbuhan awan-awan hujan dan meningkatkan potensi angin kencang.
– Peningkatan Tinggi Gelombang Laut: Peningkatan tinggi gelombang laut di perairan selatan Bali juga dapat mempengaruhi cuaca di Bali.
– La Nina Lemah: Fenomena La Nina lemah yang prediksi terjadi pada awal tahun 2025 dapat mempengaruhi kondisi cuaca di Bali, meskipun tanggal 9 September mungkin sudah tidak dalam fase La Nina lemah.
– Musim Hujan: Bali biasanya mengalami musim hujan pada bulan Oktober-Desember, namun beberapa wilayah mungkin sudah mulai mengalami hujan pada bulan September.
Terpantau dari beberapa wilayah di Bali, terjadi banjir dan bencana alam seperti bangunan roboh. Bahkan underpass pun banjir. Kemudian di Denpasar, Batubulan, Penatih, dan beberapa wilayah Bali juga mengalami kenaikan air ke badan jalan.
Tak hanya itu, imbauan agar menghindari wilayah rawan bencana, seperti tebing dan area longsor juga menjadi atensi saat ini. Mengingat curah hujan bisa saja tiba-tiba tinggi, karena adanya anomali cuaca belakangan ini.
Untuk informasi cuaca yang lebih akurat dan terkini, Anda dapat memeriksa:
– BMKG: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui situs web atau aplikasi mereka.
– (tautan tidak tersedia): Situs web yang menyediakan prakiraan cuaca untuk berbagai lokasi, termasuk Bali.
– BPBD Provinsi Bali: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali juga dapat memberikan informasi terkait cuaca dan bencana. (BP/OKA)









