KARANGASEM, Balipolitika.com– Prawartaka atau panitia upacara Ida Bhatara Turun Kabeh yang berlangsung pada 12 April 2025 hingga 3 Mei 2025 memberikan klarifikasi terkait viral foto 2 orang jero mangku yang naik dan duduk di Pelinggih Pura Agung Besakih saat ngayah memasang wastra atau busana sebagaimana viral di media sosial, Rabu, 2 April 2025.
Melalui rekaman klarifikasi yang diterima Redaksi Balipolitika.com melalui Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, I Nyoman Kenak, Rabu, 2 April 2025 sore, Prawartaka Karya Ida Bhatara Turun Kabeh 2025 mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan aktivitas ngayah jero mangku tersebut karena sudah merupakan tradisi turun-temurun.
Kedua jero mangku tersebut juga secara niskala memang bertugas demikian dalam posisinya sebagai Dane Jero mangku Upak Ajang Agung.
“Om Swastyastu, inggih nike viral. Tapi, indik foto niki, titiang sendiri yang foto dan tiang tidak pernah sebar. Tiang share ring grup WA Jero Mangku Pura Agung Besakih. Minab silih sinunggil jero mangku, minab ten ngerti, mirib kesep dadosne viral. Tiang sampun polih cawis lewat akun Pura Agung Besakih saha tiang cawis beberapa WA. Nike sampun tradisi. Artinya sane munggah ring Padma Tiga nike among dane jero mangku Upak Ajang Agung. Sadurung munggah ring Padma Tiga ngemargiang upacara upakara nunas panglugraan saha dane jero mangku sane masang busana nike kaprayastita lan inggihan tapakan pelinggih ring Padma Tiga nike sampun kagingsiran sadurung jagi pacang munggah masang busana. Sapupute masang busana kepasangin orti wawu kalukat kaprayastita malih ritatkala nedunang Ida Bhatara ngunggahang tapakan pelinggih malih. Kenten pamargine nike. Cuma niki karena ring media sosial dadosne akeh umate ten uning. Caption-nya juga yang aneh-aneh. Jadinya salah tafsir. Mindset-nya banyak yang salah. Kenten. Suksema,” ungkap Prawartaka Karya Ida Bhatara Turun Kabeh 2025.
Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pernyataan Prawartaka Karya Ida Bhatara Turun Kabeh 2025 bermakna sebagai berikut.
“Om swastyastu, ya itu viral. Tapi, terkait foto ini, saya sendiri yg memfoto dan tidak pernah saya sebar. Saya share di group WA Jero Mangku Pura Agung Besakih. Mungkin salah satu jero mangku, mungkin tidak mengerti, mungkin (sepertinya kashare: dishare, red) sehingga viral. Sudah sempat saya balas lewat akun Pura Agung Besakih dan jawab beberapa WA. Itu sudah tradisi. Artinya yang naik di Padma Tiga itu bagian Beliau Jero Mangku Upak Ajang Agung. Sebelum naik ke Padma Tiga melakukan upacara upakara meminta izin. Dane jero mangku yang memasang busana tersebut disucikan, dan tapakan (dalam hal ini mungkin maksudnya pratima dan sejenisnya, red) di Padma Tiga tersebut sudah dipindahkan sebelum naik memasang busana. Setelah selesai memasang busana, dipasangkan orti (salah satu jenis upakara, biasanya di puncak padma, red) baru dilukat disucikan kembali saat menghadirkan Bhatara mengembalikan tapakan palinggih. Seperti itu pelaksanaannya. Caption-nya juga aneh-aneh. Jadinya salah tafsir. Mindset-nya banyak yang salah,” jelas Prawartaka Karya Ida Bhatara Turun Kabeh 2025. (bp/ken)